oleh

Yusril: Jokowi Cukup Satu Periode Saja, Negara Dalam Keadaan Berat

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menegaskan sikapnya yang ingin ada pergantian presiden pada 2019. Banyak alasan yang mendasari keinginannya agar Joko Widodo tak lagi terpilih sebagai presiden.

“Cukuplah satu periode. Saya pikir negara ini mengalami situasi yang agak berat,” ujar Yusril di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/4/2018).

banner 1102x704

Menurutnya selama Empat tahun kepemimpinan Jokowi, ekonomi Indonesia mengalami kemunduran di mana-mana. Dia mengklaim punya contoh konkret.

“Utang juga mengalami peningkatan yang luar biasa dan kemudian pinjaman luar negeri tidak jelas penggunaannya untuk apa,” ucap Yusril.

Menurutnya PBB tidak ingin Joko Widodo menang pada Pilpres 2019. Andai Jokowi menang, PBB masih punya cara untuk terus berseberangan dengan Jokowi.

Baca Juga:  Realistis Untuk Pilpres 2019, Partai Perindo Bakal Usung Jokowi Bukan Hary Tanoe

Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra mengatakan berfokus membangun dan membesarkan partainya agar mendapat suara besar pada Pileg 2019. Jika PBB masuk kembali ke DPR, Yusril memastikan partai berlogo bulan bintang itu akan jadi pemimpin oposisi.

Yusril juga menegaskan PBB akan beroposisi bila Jokowi kembali terpilih pada 2019. Jika skenario pilpres menjadikan Jokowi calon tunggal, PBB akan mengkampanyekan kotak kosong sebagai lawan eks Gubernur DKI Jakarta itu.

Terakhir, Yusril menuding pemerintah saat ini tidak pro-Islam. Bahkan Yusril menyebut kelompok Islam tertindas di era Jokowi.

Baca Juga:  Yusril Sebut Prabowo akan Takluk dari Jokowi jika Salah Pilih Cawapres

“Juga kita melihat terjadi keresahan sosial, makin hari makin luas, terutama kelompok Islam tertekan. Ulama dikriminalisasi, bahkan ada yang dianiaya dan sebagainya,” ucap Yusril.

“Keadaan ini tidak terlalu baik dan lebih baik 2019 kita mencari presiden yang baru,” tambah dia. (ted)

Komentar

Berita Lainnya