oleh

Yang Turun Aksi 112 Bukan Warga NU

KH. Ma'ruf Amin, Rais Aam PB NU
KH. Ma’ruf Amin, Rais Aam PB NU

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Rais Aam Pengurus Pesar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin mengeluarkan instruksi agar warga NU untuk tidak ikut dalam aksi 11 Februari (112). Apabila ada pihak yang mengkalim diri sebagai bagian dari NU yang ikut dalam aksi 112 maka pihak tersebut jelas bukanlah bagian dari warga Ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.

“Atas nama Rais Aam PBNU, saya instruksikan warga NU tidak turun aksi 112,” ujar KH. Ma’ruf Amin Rabu (8/2).

banner 1280x904

Aksi 112 merupakan inisiasi dari dari Forum Umat Islam (FUI) dengan wacana tegakkan Al-Maidah 51 dan agar Polri menahan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 yang saat ini berstatus sebagai terdakwa penistaan agama.

Aksi tersebut didukung oleh kelompok yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), satu diantaranya adalah Front Pembela Islam (FPI).

Meskipun pihak TNI, Polri, dan Menkopolhukam Wiranto tegas melarang pelaksanaan aksi 112 namun FPI tetap ngotot akan melaksanakan aksi.

“Kami hanya aksi mengingatkan, mengawal, menjaga ulama, membela ulama, minta ditegakkan keadilan bahwa terdakwa itu tidak boleh mengikuti (Pilkada DKI) sebagai calon,” kata Sekjen DPD FPI Jakarta, Novel Bamukmin, Selasa (7/2).

Senada dengan FPI, FUI pun menegaskan hal yang sama namun tetap berusaha membangun komunikasi dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar aksi mereka sabtu pekan ini bisa terlaksana.

“Prinsipnya tetap jadi lah. Nanti kita kompromi lah dengan aparat keamanan,” Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khathath.

Aksi 112 direncanakan akan long march dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Monumen Nasional. (ZA)

Komentar