oleh

Yang Merantau Tunda Dulu Sementara Untuk Pulang Kampung

PADANG, SUARADEWAN.com — Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menghimbau kepada warganya yang merantau menunda sementara untuk pulang kampung (mudik) ke wilayah sumatera barat.

Himbauan ini disampaikan Irwan Prayitno saat menyampaikan konfirmasi terkait enam tenaga medis di Sumatera barat (Sumbar) dinyatakan positif korona, Jumat (27/3).

“Kepada masyarakat untuk tetap jaga jarak (physical distanding), hindari kerumunan, rajin cuci tangan, dan langkah pencegahan virus korona lainnya. Kepada perantau, diimbau agar menunda sementara untuk pulang kampung,” katanya.

Irwan Prayitno mengatakan, tambahan positif covid-19 adalah tenaga medis di salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Sumbar.

”Kemarin kan sudah lima yang dinyatakan positif, sekarang tambah satu orang lagi. Jadi, totalnya enam orang (positif covid-19),” ujarnya.

Baca juga  Bamsoet Donasikan Tiga Bulan Gajinya Sebagai Ketua MPR Bantu Penanganan Corona

Dia menambahkan, tenaga medis yang dinyatakan positif covid-19 tersebut tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.

Ilustrasi Pulang Kampung

Sebelumnya, Sumbar mengumumkan lima orang sekaligus di hari yang sama, Kamis (26/3), menjadi pasien positif virus korona perdana di Sumbar.

“Sampai pukul 16.30 WIB (Kamis, 26 Maret 2020), dapat kami informasikan, bahwa warga Sumatra Barat yang telah dinyatakan positif terkena covid-19 adalah sebanyak lima orang, dengan rincian dua orang dari hasil Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) dan tiga orang dari hasil Laboratorium Litbang Kemenkes RI,” terang Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.

Berdasarkan data pembaharuan virus korona di Sumbar, pasien tersebut yakni di Padang, Pesisir Selatan, Tanah Datar masing-masing satu orang dan dua orang dari Bukittinggi.

Baca juga  Media Australia: Cara Anies Tangani Corona di Jakarta Sama Dengan Gubernur New York

Sebelumnya, jelas Irwan, pihak Litbangkes RI telah memberikan izin kepada pemerintah provinsi Sumbar untuk mengumumkan kondisi pasien yang positif terpapar covid-19 secara realtime.

“Saat ini seluruh pihak terkait telah mengambil langkah-langkah penting, di antaranya tracking ke belakang terhadap lima orang yang dinyatakah positif covid-19 tersebut,” ujarnya.

Dengan telah adanya izin Litbang Kemenkes terhadap Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand untuk bisa melakukan uji spesimen.

Selanjutnya, sambung Irwan, seluruh masyarakat yang  ODP, PDP serta suspect covid-19, secara bertahap akan dilakukan di Lab Fak Kedokteran Unand. (mi)