oleh

Xianjiang Jadi Penopang Utama Ambisi China Bangun Jalur Sutera Modern

SUARADEWAN.com – Sejak mulai diluncurkan pada tahun 2013, Pemerintah China melalui pemimpinnya Xi Jinping, mempunyai impian besar untuk mewujudkan kembali rute perdagangan yang digunakan dalam Dinasti Tang 2.000 tahun lalu, atau yang dikenal dengan Jalur Sutra.

Dalam ambisinya, Presiden Tiongkok Xi Jinping membagi Jalur Sutra menjadi dua, darat dan laut. Jalur perdagangan darat dikenal dengan Jalur Sutra Sabuk Ekonomi, mengular dari Eropa ke Asia Tengah dan Asia Timur. Sementara, untuk jalur laut dikenal dengan Jalur Sutra Maritim, yang menghubungkan pelabuhan Tiongkok dengan sejumlah pelabuhan sepanjang rute dari Laut Tiongkok Selatan, Samudera Hindia, Teluk Persia, Laut Merah hingga ke Teluk Aden.

Provinsi Xianjiang selain sebagai pusat perekonomian yang maju pesat, dan memiliki sumber daya besar, adalah merupakan wilayah otonom berpenduduk mayoritas Islam

Program yang memiliki nama resmi The Silk Road Economic Belt and the 21st-century Maritime Silk Road, pemerintah Tiongkok menyiapkan USS 40 Miliar untuk dana jalur sutera baru. Jalur Sutra memang menjadi kata kunci dari agenda besar pemerintah china ini dengan menjadikan Provinsi Xinjiang menjadi zona utama penopang.

Provinsi Xianjiang selain sebagai pusat perekonomian yang maju pesat, dan memiliki sumber daya besar, propinsi yang merupakan wilayah otonom berpenduduk mayoritas Islam ini dikenal memiliki keragaman etnik dan agama yang sesuai dengan semangat yang hendak dicapai inisiatif Beijing One Belt One Road.

“Xinjiang adalah wilayah otonomi multi-etnis, dengan populasi lebih dari 23 juta penduduk dan 47 kelompok etnik,” ujar Ma Yingsheng, Deputi Direktur pada Departemen Kebudayaan Xinjiang, yang juga Deputi Direktur pada Komiter Ahli Perlindungan Warisan Budaya Xinjiang.

Sebagai zona utama The Silk Road Economic Belt, demikian Ma Piyan, Peneliti pada Institute of Religious Studies Xinjiang Academy of Social Science menambahkan, Xinjiang diharapkan akan terus melanjutkan kerja sama dan pertukaran internasional yang berbasis pada kesetaraan, persahabatan dan saling menghormati, serta mendorong dialog dan antar agama-agama dan peradaban yang berbeda-beda, menjunjung tinggi sikap saling percaya dan memahami, dan memberikan kontribusi pada usaha perdamaian dan pembangunan dunia dan kemanusiaan secara menyeluruh.

Seni budaya etnis Muslim Uighur dari Provinsi Xinjiang, China

“Inisiatif ini untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama, menciptakan koridor dan jembatan perdagangan, dan pertukaran komoditas di mana negara-negara di Jalur Sutra akan mendapatkan keuntungan darinya,” ujar Ghayrat Salief dari Kantor Informasi Pemerintah Otonomi Xinjiang.

Baru-baru ini Kantor Informasi Pemerintah Wilayah Otonomi Xinjiang Uygur, China tersebut, menyelenggarakan forum ‘Media Heads’ dengan 22 awak media dari negara-negara yang di masa lalu dilewati oleh Jalur Sutra.

Para Wartawan diajak berkeliling dan melihat-lihat perusahaan operator mesin-mesin yang berteknologi tinggi. Pada kunjungan tersebut rombongan langsung diperlihatkan pada seperangkat rangkaian mesin produksi yang menjulang tinggi dan memenuhi ruangan super luas. Mesin-mesin itu memproduksi plastik film berkualitas tinggi yang kemudian didesain menjadi aneka kebutuhan melayani pasar luar negeri, antara lain tas belanja brand ternama.Next

Next

Komentar