Wilayah Kerja Blok Masela Diperluas, Pemerintah Diminta Akomodasi Kepentingan Wilayah TerdampakArea kerja tambang minyak, Blok Masela

Wilayah Kerja Blok Masela Diperluas, Pemerintah Diminta Akomodasi Kepentingan Wilayah Terdampak

JAKARTA, SUARADEWAN.com - Pengurus Besar Himpunan mahasiswa Islam (PB HMI) memuji langkah progresif Presiden Jokowi dalam membangun tata eksplorasi Mi

Sebut Izin Keagenan Kapal Diterbitkan Daerah, Otoritas Pelabuhan Tenau Kupang Tidak Mengerti UU Pelayaran
Dikerjakan Tenaga Honorer Pemkab, Proyek Jalan dan Rabat Beton di Rote Ndao Dipertanyakan
Proyek Jalan dan Rabat Beton di Rote Ndao, Kontraktor: Sudah Diperbaiki dan Sudah Selesai

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pengurus Besar Himpunan mahasiswa Islam (PB HMI) memuji langkah progresif Presiden Jokowi dalam membangun tata eksplorasi Migas terintegrasi pada area kerja tambang seluas Blok Masela yang berada di perairan laut Timor bagian utara.

“Beliau (Presiden) menunjukan kualitas untuisi kepemimpinannya yang sederhana dengan berupaya untuk memaksimalkan setiap proyek ekplorasi Migas yang beliau mulai dengan system yang belum pernah dilakukan pada Blok-Blok minyak sebelumnya,” kata Sadam Syarif Wakil Bendahara umum PB HMI di Jakarta (13/12).

Menurutnya, Dengan mulainya proyek ini, Pemerintah Indonesia akan menerima investasi sekitar 39 miliar dollar AS dan INPEX sekitar 37 miliar dollar AS. Angka tersebut sudah termasuk 10 persen milik daerah, sehingga INPEX dan Shell hitungannya bisa terima 33,3 miliar dollar AS.

Baca juga  Soal Kapal China, PB HMI: Itu Gelagat Kolonial dan Kelancangan Bilateral

“Potensi ini masih bisa dioptimalkan dari dampak multiplier seperti industri petrokimia dan potensi investasi 5 miliar dollar AS di daerah tersebut. Oleh karena itu kami minta Bapak Presiden melalui kementrian terkait untuk mengakomudir kepentingan dari semua wilayah kerja dan daerah terdampak eksplorasi berjudul Proyek Lapangan Abadi ini,” tegas Sadam.

Proyek Lapangan Abadi adalah proyek pengembangan LNG skala besar terintegrasi pertama yang dioperasikan oleh INPEX di Indonesia sebagai operator, sesudah Proyek LNG Ichthys di Australia. “Dengan skala jumbo seperti ini, rasanya kurang adil jika fee mega proyek tambang migas ini lepas pantai ini hanya diberikan kepada Provinsi Maluku, sementara resiko dampak lingkungan hidup positif terdampak hingga ke wilayah NTT,” tegasnya.

Presiden Jokowi dalam sebuah kesempatan mengungkapkan bahwa terdapat dua pertimbangan yang mendasari keputusan tersebut. Pertama, pemerintah ingin perekonomian daerah dan perekonomian nasional bisa terimbas dari adanya pembangunan proyek Blok Masela. Kedua, dengan proyek ini wilayah sekitar regional Maluku juga bisa ikut berkembang pembangunannya.

Baca juga  Catatan PB HMI untuk Indonesia Hadapi MEA

“Presiden ingin ekonomi daerah juga ekonomi nasional itu terimbas dari adanya pembangunan blok Masela. Yang kedua juga soal pembangunan wilayah, Presiden ingin agar terkena dampak dari pembangunan besar proyek Marsela ini,” urainya.

“Jika pertimbangan strategisnya adalah membangun wilayah terdampak, maka NTT turut menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dari Proyek Lapangan Abadi ini dan jarak antara kepulauan NTT cukup ideal untuk dijadikan wilayah kerja dan sekaligus wilayah hukum Blok Masela,” tutup Sadam. (aw)