oleh

Webinar Jenggala Center “Ekonomi vs Kesehatan Era New Normal?”

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Dampak sosial, ekonomi, kesehatan sangat dirasakan akibat Covid-19. Pemerintah didorong untuk membuat berbagai opsi kebijakan strategis yang dapat menjalankan roda ekonomi berjalan beriringan dengan penerapan kesehatan.

Ketua Umum Perempuan Jenggala, Vicky Kartiwa, dalam Webinar bertema ‘Ekonomi VS Kesehatan Era New Normal?’ menyebut, pemulihan ekonomi di era new normal harus segera dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

banner 1280x904

“Dunia usaha harus terus hidup dengan membuat pola baru pada era new normal. Catatannya, tetap mengikuti protokoler kesehatan,” kata Vicky dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Kamis, (8/7/2020).

Senada dengan Vicky, Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani mengatakan, ekonomi dan kesehatan harus berjalan beriringan. Sebab jika hanya berat pada dari sisi kesehatan, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akan menambah pengangguran dan menjadi beban lebih berat pemerintah.

“Banyaknya yang dirumahkan atau yang di PHK, untuk mereka akan di-rehired (dipekerjakan) kembali mungkin nggak semuanya dalam keadaan new normal ini. Itu yang perlu diperhatikan juga,” jelasnya.

Baca juga  Pemerintah Upayakan Bensin Satu Harga di Daerah Terpencil

Dari sisi kesehatan, Praktisi Kesehatan yang juga Ketua Unit Donor Darah PMI, Dokter Linda Lukitari W menjelaskan, bahwa di era new normal, semua aktivitas manusia harus berubah terutama dalam pemeliharaan kesehatan.

“Masyarakat harus menanamkan kesadaran pribadi untuk menerapkan pola hidup sehat serta menjalankan protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Selain bangkitnya aktivitas ekonomi dan penguatan kesehatan, Mantan Menteri Keuangan yang juga Komisaris Utama PT Bank Mandiri, Chatib Basri menyebut mengatasi dampak Covid-19 juga perlu adanya perlindungan sosial bagi masyarakat.

Dari sektor ekonomi dia bercerita, dalam menghadapi krisis pada 2008 pada kondisi ekonomi eksternal rusak, pemerintah membuat stimulus yang difokuskan kepada domestik. Pemerintah menggunakan kebijakan fiskalnya untuk daya beli masyarakat dan juga memberikan potongan pajak terhadap industri.

“Sama halnya hari ini pemerintah dalam memulihkan ekonomi di era new normal haruslah menggunkan banyak opsi, termasuk meningkatkan penjaminan terhadap UMKM baik kecil maupun menegah,” jelasnya.

Dari aspek sosial, Akedimisi UI, Imam Prasodjo menyebut, pasca Conora virus siapapun yang bertahan akan menghuni dunia yang sangat berbeda dari sebelumnya. Dunia baru dengan cara hidup yang baru dengan pengawasan totaliter dalam penerapan protokoler dan solidaritas. “Yang bertahan dari Corona Virus akan mengalami hal itu,” jelas Imam.

Baca juga  Wapres: Hikmah Idul Adha Era Covid-19, Berbagi Kebaikan

Dewan Penasehat Jenggala Center, Iskandar Mandji mendorong pemerintah untuk serius dalam pembuatan kebijakan terkait penangan Covid-19. “Kita semua tahu bahwa pandemi Covid-19 adalah permasalahan yang membutuhkan jalan keluar serius, pemerintah tidak boleh maju mundur dalam hal ini. Perlu penetapan kebijakan yang optimal,” jelasnya.

Ibnu Munzir, Ketua Umum Jenggala Center menilai, skenario new normal merupakan salah satu langkah bijakan pemerintah dalam membangkitkan roda ekonomi sekaligus pemulihan kesehatan masyarakat yang terdampak Covid-19. Sehingga kedepan tidak ada lagi memperdebatkan mana yang aharua didahulukan antara ekonomi dan kesehatan. “Dalam Pandemi Covid-19, tidak lagi terjadi dilema,” kata Ibnu. (aw)

Komentar