Warganet Tuding Ijazah SMA Jokowi Palsu, Inilah Fakta Sebenarnya

Warganet Tuding Ijazah SMA Jokowi Palsu, Inilah Fakta Sebenarnya

JAKARTA, SUARADEWAN.com -- Seorang warganet menuding ijazah SMA Presiden Joko Widodo palsu. Dia yakin Jokowi bukan lulusan SMA Negeri 6 Solo, seperti

Tahapan Pilpres Dimulai, Polisi Pantau Kelompok Penyebar Ujaran Kebencian dan Hoax
Jadi Korban Berita Hoax, Sultan Hamengkubowono X akan Lapor Polisi
Menjelang Tahun Politik Beragam Fitnah Pada Presiden Mulai Bermunculan

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Seorang warganet menuding ijazah SMA Presiden Joko Widodo palsu. Dia yakin Jokowi bukan lulusan SMA Negeri 6 Solo, seperti yang selama ini diketahui. Hal itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Bagaimana fakta yang sebenarnya?

Ijazah Jokowi SMA dianggap palsu karena lulus pada 1980. Padahal, kata warganet, SMAN 6 Surakarta tempat Jokowi bersekolah, baru berdiri pada 1986.

Dilansir dari detik.com mengonfirmasikan kabar tersebut kepada Kepala SMAN 6 Surakarta, Agung Wijayanto. Dia memastikan ijazah Jokowi tersebut asli.

“Iya benar ijazahnya asli. Cuma memang capnya berbeda, tulisannya SMPP (SMA 6),” kata Agung saat ditemui detikcom di SMAN 6 Surakarta, Kamis (17/1/2019).

Baca juga  Hoax! Percakapan WA Kapolri Tito Karnavian Terkait Aksi 505

SMPP ialah Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan yang merupakan cikal bakal SMAN 6 Surakarta. Jokowi saat itu merupakan murid dari SMPP.

Agung Wijayanto menunjukkan SK Mendikbud tentang perubahan nama sekolah

“SMPP berganti nama menjadi SMAN 6 Surakarta pada tahun 1985, bukan 1986 seperti yang di medsos. Tapi kami tetap memakai tahun berdirinya SMPP sebagai tahun berdirinya SMAN 6 Surakarta, yaitu tahun 1975,” ujarnya.

Pada 1975 itu, beberapa SMPP didirikan secara bersamaan di Jawa Tengah, antara lain di Wonosobo, Purwodadi dan Solo, SMPP di Solo baru beroperasi pada 1976. Jokowi termasuk dalam angkatan pertamanya.

Baca juga  Jadi Korban Berita Hoax, Sultan Hamengkubowono X akan Lapor Polisi

“Saat pendaftaran itu masih jadi satu dengan SMAN 5 Surakarta. Lalu jumlah siswanya dibagi menjadi dua dengan SMPP, sesuai urutan kelas. Pak Jokowi kebetulan masuk yang SMPP,” katanya.

Adapun pergantian nama sekolah dari SMPP menjadi SMAN 6 Surakarta sudah diatur dalam SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 353/0/1985 tentang perubahan nama sekolah. Menurut Agung, SMPP di berbagai tempat pun berubah namanya.

“Seperti di Wonogiri itu juga ada SMPP. Sekarang menjadi SMAN 2 Wonogiri. Banyak guru-guru saya sekolah di sana,” tutupnya. (dte)

COMMENTS

DISQUS: