oleh

Warga DKI Diminta Dewasa Dalam Berdemokrasi

Kapolri Tito Karnavian

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pemungutan suara Pilkada di DKI putaran kedua akan digelar pada 19 April mendatang. Sebagai ibukota negara, gelaran Pilkada DKI merupakan representasi kontestasi politik secara nasional, sebab DKI adalah ibukota negara.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Kepolisian RI Jendral Tito Karnavian. Ia berharap masyarakat DKI menunjukan kedewasaan dalam berdemokrasi sehingga bisa menjadi contoh bagi kontestasi politik di daerah lainnya.

banner 728x419

“Masyarakat Jakarta dan semua pihak, kami imbau untuk dewasa, berdemokrasi. Kita tunjukan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang berhasil dalam demokrasi,” ujar Tito Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/3/17).

Beberapa bulan terakhir, sejak tahapan pilkada DKI mulai digelar, tensi persaingan antar kandidat dan pendukung masing-masing meningkat. Tak jarang, kampanye negatif pun kerap menjadi pilihan strategi yang digunakan paslon dan pendukungnya untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Untuk itu, Tito mengimbau agar para paslon maupun pendukung masing-masing untuk menghindari kampanye negatif karena akan menjadi preseden buruk dalam penyelenggara demokrasi, tidak hanya di ibukota namun secara nasional.

“Tolonglah, kita malu sebagai bangsa kalau seandainya harus mengedepankan primordialisme, melakukan intimidasi, dan manipulasi pada publik dengan kampanye-kampanye negatif,” ungkapnya.

Tito menyebut pihaknya akan menindak pihak-pihak yang dengan sengaja mengganggu jalannya tahapan Pilkada putaran kedua ini selama pelanggarannya masuk ke ranah pidana. Namun menurutnya, sanksi yang paling efektif bagi pelanggar adalah sanksi sosial dari masyarakat.

“Kalau pidana masuknya kepolisian. Tapi kami minta masyarakat memberikan sanksi sosial kepada mereka yang melakukan aksi-aksi non-demokratis, yang membatasi kebebasan pemilih,” pungkasnya.  (DD)

Komentar

Berita Lainnya