Walikota Makassar: Kemenangan Kotak Kosong Makassar Kemenangan Rakyat

Walikota Makassar: Kemenangan Kotak Kosong Makassar Kemenangan Rakyat

Kotak Kosong Menang, Fahri Hamzah: Pertanda Elite Dipermalukan Rakyat
MK Tolak Gugatan, Kotak Kosong Menang di Pilwalkot Makassar
Perhatian Khusus KPU RI Terhada Pilkada Walikota Makassar

MAKASSAR, SUARADEWAN.com — Kemenangan untuk pertama kalinya di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar untuk kolom kosong yang mengalahkan Pasangan Calon (Paslon) Munafri Arifuddin dan Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) dalam berbagai hasil lembaga survei politik menuai rasa syukur dari Danny Pomanto, mantan pesaing Appi-Cicu sekaligus Wali Kota Makassar.

Perolehan quick count sementara berbagai lembaga survei masih menunjukkan pasangan berwarna hitam yang menandakan kolom kosong menuai banyak dukungan. Celebes Research Center (CRC) menunjukkan kolom kosong menang dengan persentase yang meningkat hingga 53,78% menyisakan Appi-Cicu dengan 46,22% dengan total data yang telah masuk 78% dan partisipasi pemilih 59%.

Pria yang kerap disapa Danny itu tidak dapat menutup kebahagiaannya atas kemenangan kolom kosong dengan sujud syukur bersama relawan pendukung di rumahnya, Amirullah Hall, Jalan Amirullah, Kelurahan Maricaya Selatan, Mamajang pada Rabu, 27 Juni 2018.

“Saya kira saya bersyukur, tanpa rekayasa apapun. Mengajak saja orang tidak, koko ini saya tidak pernah kampanye. Saya tidak pernah mengajak orang dan saya tidak pernah memerintahkan SKPD untuk mengurus itu Koko atau kolom kosong. Ini betul-betul perjuangan rakyat, murni perjuangan rakyat,” ungkapnya.

Perlu diketahui, berbagai organisasi rakyat yang tergabung sebagai Relawan Kolom Kosong (Rewako) membentuk posko perlawanan di 14 Kecamatan di Kota Makassar untuk menyosialisasikan perjuangan kolom kosong ke masyarakat pemilih pada 5 juni 2018 lalu.

Hal ini merupakan bentuk kekecewaan kepada pelaksana pemilihan umum Kota Makassar setelah sebelumnya menyatakan pilwalkot Makassar akan berlangsung hanya dengan satu pasangan calon, yakni Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggugurkan DIAmi yang dikuatkan oleh Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) dan Mahkamah Agung yang menyatakan pasangan ini telah melanggar persyaratan pencalonan.

“Kita semua menang, karena kolom kosong tidak ada yang punya. Kolom kosong itu milik rakyat dan seluruh masyarakat Makassar adalah rakyat. Kotak kosong adalah suatu bentuk penjelmaan yang lain dari perjuangan rakyat,” ungkap Danny.

Walau belum resmi, Danny tetap mengimbau masyarakat Kota Makassar untuk tidak termakan dengan hasil quick count lembaga survei sampai adanya putusan langsung dari Komisi Pemilihan Umum.

“Ini akan resmi kalau sudah ditetapkan oleh KPU. Maka prosesnya masih dari tanggal 27 sampai tanggal 6 Juli. Artinya masih ada 10 hari lagi waktu menunggu kita untuk mengkroscek quick count tadi,” tegasnya. (kumparan)

COMMENTS