oleh

Wakil Ketua PBNU: Pancasila dan UUD 45 Representasi Syariat Islam

YOGYAKARTA, SUARADEWAN.com – Wakil Ketua PBNU K.H. Imam Azis mengatakan bahwa ideologi negara Pancasila dan konstitusinya UUD 1945 merupakan dua pilar kebangsaan yang sebenarnya sudah merepresentasikan syariat Islam.

Sehingga, menurutnya, tak perlu lagi kiranya ada gerakan-gerakan syariat Islam, apalagi berusaha mengganti ideologi Pancasila dan UUD 1945 dengan sistem khilafah dan syariat Islam-nya sebagaimana ormas HTI terus gaungkan.

banner 728x419

“Dasar menggunakan Pancasila dan UUD 1945 merupakan ijma (kesepakatan bersama) para ulama, sehingga keduanya sah secara Islam, syar’i,” terangnya Imam Azis dalam tausiahnya di “Ramadhan Kebangsaan” yang diselenggarakan oleh Joxzin dan Aliansi Bela Garuda, Yogyakarta, Sabtu (10/6/2017).

Baca Juga:  ABG Yogyakarta Dukung Pemerintah Bubarkan HTI

Dari fakta historis tersebut, tak salah kemudian ketika disebut bahwa Pancasila dan UUD 1945 adalah representasi dari syariat Islam.

“Jadi, ketika kita telah mengamalkan Pancasila, maka telah menjalankan syariat Islam,” tambahnya.

Ya, lanjut Imam, meskipun Pancasila dan UUD 1945 tidak menggunakan bahasa Arab sebagai al-Quran dan al-Sunnah. Karena menurutnya, mencari kebenran tidak selalu dan harus menggunakan bahasa Arab.

Berkaca pada kondisi realitas hari ini, di mana banyak muncul ormas yang mengatasnamakan Islam seperti HTI dan FPI, ia tak lupa menggaungkan untuk bersama-sama menjaga NKRI dari rongrongan ormas-orma perusak idealitas kebangsaan itu.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPD Serukan Generasi Muda Amalkan Agama dan Pancasila

“Ketika ada kelompok yang mencari celah untuk memisahkan kita, seperti paham khilafah, maka kita harus segera mengantisipasinya. NKRI harus dipertahankan. 4 (empat) pilarnya jangan sampai digantikan,” tegasnya.

Hal tersebut menjadi penekanan utama dari Wakil Ketua PBNU ini mengingat konsep khilafah merupakan konsep yang sudah usang.

“Khilafah adalah sejarah masa lalu. Jika ia diterapkan, itu berarti kita mundur secara kebudayaan,” tandasnya kembali. (ms)

Komentar

Berita Lainnya