oleh

Wakil Bupati Cirebon DPO Korupsi Dana Bansos

CIREBON, SUARADEWAN.com – Wakil Cupati Cirebon Tasiya Soemadi atau dikenal juga sebagai Gotas masuk ke Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus korupsi dana hibah bantuan sosial (bansos) saat dia masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Cirebon periode 2009-2012.

Hingga saat ini Polres Cirebon masih terus melacak keberadaan Gotas yang ditetapkan masuk DPO sejak 1 Februari 2017 ini.

banner 1280x904

“Kami masih berkoordinasi dengan tim IT, untuk melacak keberadaan Gotas,” kata Wakapolres Cirebon, Kompol Bonifacius Surano di Cirebon, Senin (20/1).

Baca juga  Bupatinya Terjerat OTT KPK, Masyarakat Cianjur Tumpah Ruah Panjatkan Syukur

Polres Cirebon melacak keberadaan Gotas melalui akun media sosialnya, juga melalui nomor telepon kerabat yang sering dihubungi.

 “Selain melacak media sosial yang dimiliki, kami juga mencari lewat nomor kerabat atau keluarga yang sering dihubungi,” tukas Surano.

Proses eksekusi terhadap Gotas dilakukan setelah kasasi yang diajukan jaksa penuntut umum dari Kejari Kabupaten Cirebon dikabulkan, dan Mahkamah Agung menjatuhkan vonis kepada Gotas dengan pidana penjara 5 tahun 6 bulan. Kasasi tersebut diajukan setelah sebelumnya putusan Pengadilan Tipikor Bandung dengan Nomor 117/Pid.Sus/TPK/2015/PN.Bdg memvonis bebas Gotas pada 12 November 2015. (ZA)

Komentar