UNHCR: Turki Negara Penampung Pengungsi Terbanyak di Dunia

UNHCR: Turki Negara Penampung Pengungsi Terbanyak di Dunia

Polri Kesulitan Himpun Informasi tentang Teroris ISIS Asal Indonesia
Serangan AS ke Suriah Picu Ekstremisme dan Terorisme
Pengawas Internasional: Senjata Kimia Terbukti di Suriah

ANKARA, SUARADEWAN.com — Turki telah menjadi tuan rumah bagi pengungsi dengan jumlah terbanyak di Dunia selama lima tahun berturut-turut. Ankara telah menghabiskan hampir 40 miliar dolar untuk para pengungsi, dan hanya menerima bantuan sekitar 6 miliar euro dari komunitas internasional.

Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh seorang pejabat lembaga pengungsi PBB (UNHCR). Menurutnya setiap hari pada 2018, rata-rata sekitar 37.000 orang terpaksa melarikan diri dari rumah mereka, dan hampir empat dari lima pengungsi berakhir di negara-negara tetangga.

“Selama lima tahun berturut-turut, Turki menjadi tuan rumah bagi pengungsi dengan jumlah terbesar di dunia, yakni 3,7 juta orang, kebanyakan dari mereka adalah Muhajirin dari perang sipil Suriah, kemudian Pakistan, Uganda, Sudan dan Jerman.” kata Selin Unal, juru bicara Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) di Turki (28/6).

Ia menambahkan bahwa Ankara telah memikul tanggung jawab yang sangat berat. Kementerian Dalam Negeri Turki menyatakan, jumlah pengungsi di Turki adalah 4,2 juta pada tahun 2017 dan sekarang mencapai 4,9 juta.

Turki berusaha menyediakan fasilitas pendidikan untuk semua anak pengungsi Suriah

Menurut Laporan Tren Global, diperkirakan ada 13,6 juta pengungsi baru karena konflik atau penyiksaan pada tahun 2018. Ini termasuk 10,8 juta orang yang mengungsi di dalam perbatasan negara mereka sendiri, 2,8 juta pengungsi baru dan pencari suaka baru.

Baca juga  Ribuan Ton Beras Untuk Suriah dari Masyarakat Indonesia

“Tahun ini, kami melihat jumlahnya meningkat dibandingkan tahun lalu, Pada akhir 2018, sekitar 3,5 juta orang menunggu keputusan tentang permohonan suaka mereka,” kata Unal, merujuk pada Laporan Tren Global UNHCR yang dirilis pekan lalu.

Unal menyatakan, Turki telah memikul tanggung jawab yang sangat berat untuk menerima dan merawat para pengungsi yang berusaha bertahan hidup, membangun kembali kehidupan dan menantikan masa depan mereka.

Baca juga  Turki Beri Sanksi Ekonomi Terhadap Belanda

“Turki adalah negara yang telah menampung jumlah pengungsi terbanyak di dunia selama lima tahun berturut-turut, dalam konteks ini, Turki tidak hanya dihargai oleh kami, tapi juga komunitas internasional,” ungkap Unal.

Turki Resmi Berikan Fasilitas Pendidikan kepada 800.000 Lebih Anak-anak Suriah

Kamis lalu, Duta Besar Uni Eropa untuk Turki Christian Berger menyatakan bahwa Ankara telah melakukan pekerjaan hebat dengan menampung jutaan Muhajirin dari Suriah dan bagian dunia lainnya, seraya menambahkan bahwa pencapaian itu tidak cukup dihargai.

Turki menegaskan meski menghargai pujian itu, komunitas dunia, khususnya Uni Eropa, telah gagal melakukan tanggung jawabnya untuk membantu berbagi beban pengungsi.

Beban ini bukan tanpa soal, dalam negeri beberapa faksi di Turki menjadi resah karena rekor jumlah pengungsi di berbagai kota dan besarnya jumlah uang yang dihabiskan untuk mereka di tengah kondisi ekonomi yang memburuk di negara itu.

Meski begitu, pemerintah Turki bersikeras mempertahankan kebijakan pintu terbuka dan bantuan maksimum untuk para pengungsi. (sd)

COMMENTS