Ukraina Kecewa Banyak Negara Muslim Kurang Perhatikan Nasib Muslim Tatar di Krimea

Ukraina Kecewa Banyak Negara Muslim Kurang Perhatikan Nasib Muslim Tatar di Krimea

JAKARTA, SUARADEWAN.com -- Ukraina mengaku kecewa atas sikap sejumlah negara di dunia, terutama yang mayoritas penduduknya beragama Islam, terhadap na

Jaimie Brown, Tinggalkan Hollywood Demi Islam
Keutamaan Makkah, Kota Damai dan Sebaik-baiknya Bumi Allah
Bukti Komitmen Keraton Yogyakarta Terhadap Penyebaran Ajaran Islam

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Ukraina mengaku kecewa atas sikap sejumlah negara di dunia, terutama yang mayoritas penduduknya beragama Islam, terhadap nasib Muslim Tatar di Krimea.

Komisioner Presiden Ukraina untuk Urusan Masyarakat Tatar Krimea, Mustafa Dzhemilev, mengatakan kehidupan Tatar di Krimea memprihatinkan karena terus ditekan dan ditindas pasukan pengawas Rusia.

Pada 2014, Rusia menganeksasi Krimea dari Ukraina — sebuah langkah yang tidak diakui banyak negara dunia.

“Kami pernah mengunjungi Arab Saudi, bertemu dengan kepala dari OIC (Organisasi Kerja Sama Islam/OKI). Kami menyuarakan kekhawatiran kami di sana. Kami menanyakan mengenai rasa persaudaran sebagai sesama saudara Muslim,” ujar Mustafa, dalam keterangan pers di Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta, Selasa 14 Agustus 2018.

Baca juga  Lagu Gebyar Gebyar Berkumandang di Kiev-Ukraina

“Tapi ketika itu OKI bilang, dunia Muslim mempunyai masalahnya tersendiri. Dia bilang ada negara mayoritas Muslim yang punya hubungan baik dengan Rusia, ada juga yang benar-benar tidak tahu situasi di Krimea,” lanjut dia.

Komisioner Presiden Ukraina untuk Urusan Masyarakat Tatar Krimea, Mustafa Dzhemilev, di Kedubes Ukraina, Jakarta, 14 Agustus 2018

Selain OKI, Ukraina juga memiliki pengalaman buruk dengan Afghanistan. Mustafa mengaku pernah dipenjara tiga tahun hanya karena memprotes aksi Uni Soviet yang menginvasi Afghanistan.

Baca juga  Warga Muslim Perancis Berhasrat Ada 4.400 Masjid di Negaranya pada Tahun 2020

Namun saat Krimea dicaplok dari Ukraina, Afghanistan justru mendukung Rusia. Mustafa pernah menanyakan hal ini dengan perwakilan Afghanistan di acara pelatikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

“Perwakilan Afghanistan waktu itu berkata dengan jujur bahwa negaranya mendapat bantuan dari Rusia,” tutur Mustafa.

“Jika ditanya apakah kami kecewa karena banyak negara Muslim malah mendukung Rusia, maka kami jawab tentu saja iya. Tapi kami tetap memperlakukan mereka semua seperti saudara,” tegas Mustafa.

Ia menambahkan Indonesia adalah satu dari sedikit negara mayoritas Muslim yang mendukung Krimea. Ia mengucapkan terima kasih karena RI telah ikut mendukung Resolusi PBB mengenai aneksasi Krimea oleh Rusia pada 2014. (mt)

COMMENTS

DISQUS: