Tugas 40 Anggota DPRD Kota Malang Baru Agar Korupsi Tidak Terulang

Tugas 40 Anggota DPRD Kota Malang Baru Agar Korupsi Tidak Terulang

MALANG, SUARADEWAN.com -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang seperti terlahir kembali. Sebanyak 40--dari total 45--anggota legislator h

41 dari 45 Anggota Dewan Jadi Tersangka Korupsi, Kota Malang Lumpuh
Didik J Rachbini: KPK Jangan Ngurusin Rp 15 Juta, Terlalu Recehan Walaupun itu Benar
KPK Periksa Sejumlah Pejabat dan DPRD Kota Malang

MALANG, SUARADEWAN.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang seperti terlahir kembali. Sebanyak 40–dari total 45–anggota legislator hasil Pergantian Antar Waktu (PAW) dilantik pada hari ini, Senin (10/9/2018).

Pelantikan dilakukan oleh Pimpinan DPRD Kota Malang Abdurrochman dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) disaksikan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Plt Wali Kota Malang Sutiaji.

Soekarwo mengatakan pelayanan publik di Kota Malang termasuk bagus, tetapi lemah di integritas. Gubernur yang sebentar lagi akan mengakhiri masa jabatannya itu berpesan, jangan sampai ada kasus serupa terulang.

“Kalau pelayanan publik di Jawa Timur sudah bagus. Yang lemah di integritas Pak. Integritas ini tidak ada ukurannya,” kata Soekarwo melalui Kompas.com.

Para pengganti antarwaktu itu berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebanyak sembilan berkas, PKB (5), Partai Golkar (5), Partai Demokrat (5) dan Partai Gerindra empat berkas.

Kemudian, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tiga berkas, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (3), Partai Nasional Demokrat (1), Partai Hanura (2) dan Partai Amanat Nasional (PAN) (2) serta ditambah satu berkas yang terproses sebelumnya.

“Akan bertindak sebaik-baiknya dan seadil-adilnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan berpedoman kepada Pancasila dan UUD 1945,” ucap Abdurrochman saat membacakan sumpah dilansir Antaranews.

Anggota legislatif baru di Kota Malang akan bergabung dengan empat rekannya yang lolos dari jerat KPK, yaitu Subur Triono (PAN), Priyatmoko Oetomo (PDI-P), Tutuk Haryani (PDI-P), dan Nirma Cris Desinidya (Hanura). Ada juga Abdurrahman (PKB) sebagai wakil ketua dan pimpinan dewan satu-satunya yang tersisa.

Baca juga  Modal 42 Suara Pada Pemilu 2014, Neneng Siap Jadi PAW Anggota DPRD Buleleng

Kasus korupsi berjemaah telah menyeret sebagian 41 anggota dewan. Korupsi rombongan di Kota Malang berawal dari operasi tangkap tangan KPK pada Agustus 2017 lalu.

KPK menangkap mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Pemerintah Kota Malang, Jarot Edy Sulistyono, dan eks Ketua DPRD Kota Malang, Mochamad Arief Wicaksono dari PDI Perjuangan.

Arief yang saat itu merupakan ketua DPRD Kota Malang disangka menerima suap sebesar Rp700 juta dari Jarot. Suap tersebut terkait dengan pembahasan APBD-P Kota Malang tahun anggaran 2015.

Kasus suap pembahasan APBD-P terus berkembang. Dalam pemeriksaan, Arief mengatakan bahwa uang senilai Rp700 juta yang diterimanya sebagian dibagikan kepada seluruh anggota dewan. Setiap anggota dewan menerima uang dalam jumlah berbeda dari Rp12,5 juta hingga Rp17,5 juta.

Pada 21 Maret 2018, KPK menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut, yaitu Wali Kota Malang, Mochammad Anton dan 18 anggota DPRD Kota Malang.

Anton telah divonis 2 tahun penjara. Sebelumya, pengadilan juga telah menghukum Arief dengan vonis 5 tahun penjara Jarot divonis 2 tahun 8 bulan penjara.

Kasus terus bergulir ketika sidang 18 anggota DPRD. KPK kembali menemukan fakta baru dalam kasus itu. Dari fakta persidangan 18 anggota dewan tersebut muncul kasus baru, yakni gratifikasi dalam APBD 2015 senilai Rp5,8 miliar dan pengadaan lahan sampah TPA Supit Urang senilai Rp300 juta.

Penyidik KPK kembali turun ke Kota Malang untuk melakukan serangkaian penggeledahan dan pemeriksaan. Pada Senin, 3 September 2018 ketika KPK menetapkan tersangka terhadap 22 anggota DPRD Kota Malang.

Baca juga  Andi Mariattang Gugat DPP PPP Terkait Perjanjian Bagi-Bagi Masa Jabatan Anggota DPR RI

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Malang yang juga calon anggota dewan hasil PAW, Arif Darmawan memastikan kejadian korupsi massal tidak akan terulang. Setiap partai meneken pakta integritas supaya tidak melakukan tindakan yang merugikan rakyat.

“Kita harus betul-betul melaksanakan fungsi dan tugas dewan. Setiap partai pasti ada pakta integritas sebelum dilantik menjadi dewan,” kata Arif melalui Kompas.com.

Berikut nama-nama yang akan dilantik pada hari ini sebagai anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019:

PDI Perjuangan

1. Retno Mastuti

2. Heri Suyanto

3. Bambang Heri Susanto

4. Luluk Zuhriyah

5. Sutikno

6. Rusman Hadi

7. Sugiono

8. Edy Hermanto

9. Yusana Intiyaswati

Partai Demokrat

1. Nawang Nugraning Widhi

2. Sulastri

3. Nanik Qurrata Akyunin

4. Arif Darmawan

5. Fransiska Rahayu Budiwiarti

Partai Golkar

1. Arief Budiarto

2. Musolli

3. Eddy Widjanarko

4. Budianto

5. Retno Sumarah

Partai Gerindra

1. Dharman Susanto

2. Moch Andhi Mochsoni

3. Moch Ula

4. Andri Wiwanto

PPP

1. Joko Supriono

2. Abdul Rozaq

3. Achmad Subandiri

PKS

1. Masduki

2. Syaiful Ali Fatah

3. Helmi Teguh Yuana

PKB

1. Abdul Wahid

2. Ike Kisnawati

3. Siti Aminah Rofii

4. M Taufik

5. Siswo Waroso

Partai NasDem

1. Didik Suprayitno

PAN

1. Dito Arief

2. Ferry Adha Adianto

3. Lookh Makhfudz

Partai Hanura

1. R Purwono Tjokro Darsono

2. Nicolia Mundzir (bt)

COMMENTS

DISQUS: