Tolak Maaf, Zaskia Gotik Lanjut Pidana

Tolak Maaf, Zaskia Gotik Lanjut Pidana

Dua Bulan Pacaran, Shinta Bachir Dilamar Anggota DPRD Sidrap
Pelajaran dari Artis ‘Anak Langit’ yang Terjerat Narkoba
Selebriti Hollywood Merayakan Hari Ibu

JAKARTA, suaradewan.com – Tudingan atas penghinaan lambang negara yang dilakukan oleh Zaskia Gotik semakin ramai diperbincangkan. Berawal dari sebuah guyonan Zaskia Gotik, yang biasa dipanggil Neng ini dalam sebuah acara musik di salah satu stasiun televisi swasta. Candaan tersebut menurut para netizen telah merendahkan lambang negara.

Telah diberitakan, saat tampil di Dahsyat RCTI yang disiarkan secara langsung, Selasa (15/3), ketika ditanya kapan hari proklamasi? Zaskia sambil tersenyum lebar menjawab 32 Agustus. Kata tersebut spontan terlintas dari bibir mungilnya.

Dan, yang lebih mengejutkan para netizen yaitu ketika ditanya apa lambang dari sila ke-5 Pancasila? Si pemilik goyang itik tersebut lintas menjawabnya ‘Bebek Nungging’. Pantas saja guyonan yang dianggap melecehkan lambang negara Indonesia itu mengundang hujatan dari berbagai netizen.

Atas kejadian tersebut, Gotik tak luput dari kata maaf untuk semua pihak yang telah tergores hatinya atas perkataannya yang seketika dituding telah melecehkan negara. Dia meminta maaf dari hati yang paling dalam kepada segenap masyarakat Indonesia umumnya, dan khususnya kepada negara. Namun, kata maaf kiranya belum cukup melunasi semua rasa kekecewaan netizen terhadap lontaran Gotik yang dianggap telah menghina negara tersebut.

Lisan yang telah menggoreskan berbagai pihak, lantas kiranya enggan netizen untuk mengakhiri persoalan yang ada. Forum Bela Negara (FBN) RI DKI Jakarta segera melaporkan Gotik ke Polda Metro Jaya.

Kalau memang dalam waktu 5 hari yang bersangkutan tidak diproses secara hukum, maka kami dari FBN RI DKI Jakarta akan melaporkannya ke Polda Metro Jaya, ucap Ketua Umum FBN RI DKI Jakarta, Morris, kepada wartawan.

Morris menyampaikan, candaan yang telah dituturkan Gotik tersebut sudah terlampau batas norma kesopanan dan dikategorikan penghinaan. Beliau menuturkan, kata maaf saja tidak cukup, hal ini perlu dilanjut ke dalam proses hukum agar dapat menjadi pelajaran bagi public figure yang lainnya. (NH)

COMMENTS