oleh

Titiek Soeharto Datang Bersama Mahyudin di Rapat Paripurna DPR

JAKARTA, SUARADEWAN.com– Wakil Ketua MPR Mahyudin datang bersama-sama dengan Titiek Soeharto yang notabene akan menggantikan posisinya sebagai wakil ketua MPR saat menghadiri rapat paripurna DPR pelantikan wakil ketua DPR.

Pada kesempatan itu, Mahyudin mengatakan bahwa dirinya tidak ada masalah dengan Titiek meskipun putri pertama Presiden RI kedua Soeharto tersebut akan menggantikannya menjadi wakil ketua MPR.

banner 1280x904

“Saya ikuti aturan juga, semua sudah diatur dalam UU MD3, ya terserah, kalau memang pada akhirnya saya diganti, sama Mbak Titiek juga tidak ada masalah,” kata Mahyudin di Gedung DPR, Selasa (20/3).

Ia mengatakan, pihaknya tidak dalam kapasitas akan melawan atau membangkang kepada Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dengan adanya pergantian tersebut. Menurutnya, ketua umum adalah pihak yang berwenang melakukan pergantian.

Baca juga  Dalam Gambar : Sejumlah Tokoh Dukung Perppu Ormas

https://www.suaradewan.com/golkar-usulkan-pergantian-wakil-ketua-mpr-mahyudin-pasti-ditolak/

Ia juga mengaku tidak pernah mempermasalahkan adanya pergantian tersebut walaupun dalam UU MD3 disebutkan aturan bahwa sedianya partai politik tidak bisa menggantinya jika poin-poin tertentu tak terpenuhi.

“Memang itu yang kami belum temukan, yang dalam proses itu. Kalau sekarang ini disuruh mundur (dari partai) apa alasannya saya mundur? Saya tidak punya alasan mundur karena kerja juga bagus, tidak ada masalah,” katanya.

Ia mengatakan, di Golkar memang banyak kader-kader yang bagus dan harus dipromosikan sehingga ia memperkirakan jika keputusan Ketua Umum Golkar merupakan sesuatu yang bijak.

“Kalau ada kesalahan itu, saya kira hal internal yang bisa diperbaiki bisa dikoreksi, saya kira tidak ada yang masalah,” katanya.

Baca juga  Golkar Sudah Sepakat Dengan Pemerintah Terkait Presidensial Threshold 20-25 Persen

Sementara itu, Titiek Soeharto membantah jika diajukannya ia sebagai pengganti Mahyudin merupakan janji dari Ketua Umum Golkar. Menurutnya, Airlangga hanya ingin ada keterwakilan wanita di pimpinan lembaga tinggi negara.

“Kebetulan kemarin di pleno menyetujui saya untuk bisa duduk di sana. Namun kami ini ya petugas partai jadi ikut apa kata partai saja,” katanya.

Titiek mengatakan, dirinya juga tak ingin ada keributan yang terjadi terlebih saat ini menjelang pemilu. Namun pada dasarnya, ia ditugaskan di manapun akan bersedia dan menerimanya. (af)

Komentar