oleh

Tips: Kapan Bisa Merdeka Secara Finansial?

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kemerdekaan finansial umumnya dinilai sebagai suatu kondisi di mana seseorang tak perlu lagi bekerja dari pagi hingga sore, cukup duduk santai namun penghasilan mengalir lancar ke kantong.

Cerita kemerdekaan finansial mengenai duduk santai tanpa bekerja bak menjadi dongeng yang sulit untuk diraih. Jadi, tampaknya bukan perkara yang mudah untuk mencapai kondisi tersebut.

banner 1280x904

Namun tak perlu khawatir, karena bukan berarti tidak bisa mencapai kemerdekaan finansial. Lantas yang harus dilakukan adalah mencoba membuat definisi kemerdekaan finansial menjadi lebih realistis, karena tak banyak orang bisa menjadi konglomerat.

Perencana keuangan Tatadana Consulting, Tejasari Assad mengatakan kemerdekaan finansial setiap individu berbeda-beda. Dia melanjutkan kemerdekaan finansial sangat bergantung dengan kecukupan kebutuhan hidup setiap orang.

Baca juga  Pendiri: Firma Hukum Pranoto and Partners Didirikan dengan ‘Modal’ Integritas dan Profesionalisme

“Kapan dia bisa merdeka?, ya kalau dia merasa penghasilan atau aset aset berjalan dia sudah cukup untuk menghidupi biaya hidupnya,” kata Tejasari kepada Bisnis dikutip Jumat (17/8/2018)

Menurutnya, seorang pensiunan di Jakarta memiliki rumah yang disewakan atau kost-kostan dengan 10 kamar, sudah dapat menghasilkan Rp10 juta per bulannya. Hal tersebut, katanya, sudah dapat dikatakan mencapai kemerdekaan finansial karena tak perlu bekerja keras, tinggal menunggu uang sewa setiap bulannya dapat memenuhi kebutuhan setiap bulannya.

Namun, ada juga seorang pengusaha, katakanlah memiliki penghasilan besar tidak cukup hanya dengan penghasilan Rp10 juta per bulan. Bisa saja, mereka merasa benar-benar “bebas” apabila mencapai aset Rp100 juta per bulannya.

Baca juga  Membuka Kemitraan dengan Perusahaan Jepang, Berikut Wawancara Bersama Ketum Kapten Indonesia

“Jadi financial freedom itu tergantung dari kebutuhan, jadi yang penting dia punya aset yang menghasilkan, dan hasil itu cukup untuk kebutuhannya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Tejasari mengatakan, seseorang dapat dikatakan telah mencapai kebebasan finansial apabila sudah terlepas dari jeratan utang, seperti utang KPR ataupun jenis utang lainnya.

Oleh karena itu, apabila anda ingin mencapai kemerdekaan finansial langkah yang harus dilakukan adalah menyelesaikan utang, kemudian membangun aset aktif, selanjutnya menyesuaikan gaya hidup sesuai dengan penghasilan yang dimiliki.

“Kalau lifestyle-nya tinggi memang susah mengejarnya, tapi kalau sedang-sedang saja akan lebih mudah untuk mencapai financial freedom,” ujarnya. (finansial)

Komentar