Tiga Kali Erupsi, Gunung Api Soputan di Sulut Dinyatakan Status Siaga

Tiga Kali Erupsi, Gunung Api Soputan di Sulut Dinyatakan Status Siaga

Anggota MPR: Indonesia Kehilangan Visi Menjadi Bangsa Yang Unggul di Pariwisata
Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosa di Minahasa
Welty Komaling Terpilih sebagai Ketua P/KB Sinode GMIBM periode 2016-2021

MANADO, SUARADEWAN.com — Gunung Soputan di Sulawesi Utara menunjukkan tanda-tanda kehidupan mulai Minggu pukul 03.09 WITA. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api Soputan, gunung itu mengalami erupsi beberapa kali dan ditempatkan dalam Status Level III (Siaga).

Erupsi pertama terjadi pukul 01/02 WITA dengan amplitudo 40 milimeter, sementara erupsi kedua terjadi pukul 03.09 dan yang ketiga pada pukul 05.40 WITA dengan tinggi kolom abu teramati 7,000 meter dari puncak gunung.

PVMBG menyebut, dari Pos Pengamatan Gunung Api Soputan yang berjarak sekitar 10 kilometer di sebelah barat daya puncak, seismograf masih merekam tremor terus-menerus dan terdengar suara gemuruh yang menunjukkan erupsi masih berlangsung.

Baca juga  Kronologi Lengkap Penolakan Kedatangan Fahri Hamzah Di Manado Versi TA DPR

Erupsi disebut memiliki tinggi kolom abu teramati kurang lebih 3,000 meter di atas puncak gunung yang tingginya sekitar 4,809 meter di atas permukaan laut. “Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah Tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan ampitudo maksimum 40 mm dan durasi kurang lebih 5 menit 51 detik,” ujar Kepala Pos Pemantau Gunung Sopitan, Asep Saifullah dilansir dari Antara.

Asep memperingatkan warga untuk menjauhi lokasi setidaknya dalam radius empat kilometer dari puncak Gunung Soputan dan 6,5 kilometer dari wilayah sektor arah barat-baratdaya yang merupakan daerah bukaan kawah, lantaran ancaman lava dan awan panas.

Baca juga  Dianggap Intoleran, Fahri Hamzah ditolak Warga Manado

Kemungkinan aliran lahar diperkirakan bisa terjadi di sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan seperti Ranowengko, Lawian, Popang dan Londola Kelewahu.

“Jika terjadi hujan abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi terhadap gangguan saluran pernapasan,” kata Asep.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Minahasa Tenggara, Ferry Uway menegaskan BPBD telah siaga terkait peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Soputan.

“Kami sudah bersiaga di sekitar lokasi yang terdampak dengan menyiapkan penanganan, seperti pembagian masker,” ucapnya. (rea)

COMMENTS