Tiap Tahun Ada 2000 Janda Baru di Bekasi

Tiap Tahun Ada 2000 Janda Baru di Bekasi

Wali Kota Bekasi: Hak Kebebasan Beragama Harus Terjaga
Soal Zakir Naik, Walikota Bekasi : Kalau Banyak Berpikir Negatif, Bangsa Ini Tidak Maju
PN Bekasi Jatuhkan Vonis Bersalah Terdakwa Vaksin Palsu

BEKASI, SUARADEWAN.com – Angka perceraian di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, belakangan ini sangat tinggi. Sehari setidaknya lima sampai enam orang di kota menjadi janda. Penyebab perceraian diantaranya karena faktor ekonomi dan dipicu munculnya orang ketiga.

“Kami termasuk pengadilan yang perkara perceraiannya tinggi. Setahun bisa lebih dari 2.000 perkara perceraian yang masuk,” papar Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Bekasi, Dede Supriadi, Senin (14/5/2018).

Baca juga  Hendak Tawuran, Puluhan Pemuda di Bekasi Diciduk Polisi

Berdasarkan data Pengadilan Agama Kabupaten Bekasi, selama 2017 tercatat 3.190 perkara yang masuk. Dari jumlah itu, sekitar 75 persen di antaranya perkara perceraian. “Sisanya masalah ahli waris, hak asuh anak dan lainnya,” ucap Dede.

Perempuan, lanjut Dede, menjadi pihak yang paling banyak mengajukan gugatan. “Angkanya mencapai 90 persen,” tegasnya seraya menambahkan, penyebab pengajuan gugatan cerai karena faktor ekonomi dan munculnya pihak ketiga.

Baca juga  7 Tahun Dibohongi Sang Ustaz, Putri Aisyah Kian Kukuh Gugat Cerai

Usia wanita yang mengajukan gugatan cerai itu bervariasi.

“Tapi yang paling tua usianya 50 tahun,” beber Dede.

Dede menjelaskan, perceraian karena pihak ketiga bukan berarti penyebabnya perselingkuhan semata.

“Pihak ketiga, ada juga karena orangtua, poligami tidak sehat dan lainnya,” tandasnya. (pkn)

COMMENTS