oleh

The Jak Tewas Dikeroyok, Pendiri The Jak Cahaya ini Angkat Bicara

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Peristiwa meninggalnya salah satu suporter The Jak di pelataran parkir Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9), sekaligus melukai pilu semua insan pecinta bola di Indonesia. Kejadian kekerasan sesama pendukung sepak bola tak semestinya mengorbankan jiwa sesama insan pecinta sepak bola Indonesia.

Diketahui Almarhum Haringga Sirla (23) dikeroyok Bobotoh setelah ketahuan datang ke stadion. Bahkan diketahui, pengeroyokan bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa, ada anak-anak yang juga ikut menendang dan memukul kepala almarhum. Delapan tersangka sudah ditangkap pihak kepolisian.

banner 1280x904

Beragam reaksi muncul pasca peristiwa tersebut, termasuk adanya indikasi tindakan balas dendam yang akan dilakukan the jakmania. Menanggapi hal tersebut, salah satu pendiri The Jak Cahaya Adly Bahrun mengutuk keras soal kejadian pengeroyokan tersebut.

Baca juga  Memutus Warisan Kekerasan Suporter Sepak Bola

“Sebagai salah satu pendiri The Jak Cahaya, saya mengutuk keras soal kejadian pengeroyokan terhadap salah satu suporter The Jak Haringga Sirla Yang mengakibatkan meninggal dunia,” jelas Adly Bahrun secara tertulis kepada suaradewan.com, Jakarta, Selasa (25/9).

Aktivis sekaligus Politisi partai perindo ini, meminta agar pihak yang berwajib segera mengusut tuntas para pelaku. Menurutnya, apabila kejadian seperti ini dilakukan pembiaran maka Ia mengkhawatirkan kejadian tersebut akan terulang kembali.

Lebih lanjut, Adly Bahrum menjelaskan bahwa kehadiran negara dalam hal ini Menpora untuk segera bertindak. Dan seharusnya, lanjut Adly, ada sanksi yang diberi kepada manejeman Persib termasuk bisa mengawasi dan membina para suporternya untuk tidak anarkis dan beringas.

“Kejadian ini juga harus menjadi perhatian bagi pemerintah terutama Menteri Pemuda dan Olahraga untuk memberikan sanksi tegas kepada Manejemen pihak Persib,” ungkap Adly Bahrum.

Baca juga  Bikin Heboh, Model Sekaligus Istri Pesepakbola Spanyol Ini Unggah Foto Tanpa Busana

Atas Insiden ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat mencuitkan dalam akun instagram pribadinya bahwa lebih baik tidak ada liga sepakbola jika harus mengorbankan nyawa manusia.

“Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran untuk kita semua untuk tidak melakukan fanatisme berlebihan, karena merah putih dan Indonesia raya kita masih sama,” cuit Ridwan Kamil di IG pribadinya.

Hingga hari ini, polisi masih mengusut dalang dibalik kejadian tersebut. Melalui keterangan tersangka, para pengeroyokan ini hanya mengikuti instruksi dari orang yang sampai hari ini belum diketahui (aw).

Komentar