The Early Day Motion, Gerakan Parlemen Inggris Tolak Penjualan Senjata ke Israel

The Early Day Motion, Gerakan Parlemen Inggris Tolak Penjualan Senjata ke Israel

LONDON, SUARADEWAN.com -- Gerakan parlemen baru mendesak pemerintah Inggris untuk menangguhkan penjualan senjata ke Israel, sebuah langkah yang datang

RUU Legalisasi Permukiman Yahudi di Palestina disetujui Pemerintah Israel
Ketua Muhammadiyah: Kehadiran Staquf Wantimpres ke Israel Memicu Empat Implikasi
DPR: Kehadiran Wantimpres di Israel Merusak Citra Indonesia, Jokowi Harus Tindak Tegas

LONDON, SUARADEWAN.com — Gerakan parlemen baru mendesak pemerintah Inggris untuk menangguhkan penjualan senjata ke Israel, sebuah langkah yang datang setelah pembantaian para demonstran Palestina oleh tentara Israel.

Gerakan yang dinamakan sebagai The Early Day Motion itu didukung oleh sejumlah anggota parlemen termasuk Richard Burden dari Labour Party atau Partai Buruh. Gerakan tersebut mencatat dengan keprihatinan bahwa lisensi Inggris telah diberikan dalam dua tahun terakhir untuk ekspor ke Israel dari kategori komponen senjata dan senjata.

Menurut para anggota parlemen tersebut, senjata dan komponen itu. Termasuk sniper dan senapan serbu, pistol, pemandangan senjata, peralatan penargetan, amunisi untuk senjata kecil dan granat, tabung asap, tank, helikopter tempur dan helikopter militer, dukungan militer dan pesawat tempur, serta peralatan perlindungan pengendalian huru hara sipil.

Baca juga  Israel Larang Masuk Turis Indonesia: Lima Hal Yang Perlu Anda Ketahui

Mosi tersebut mengungkapkan kekhawatiran bahwa menteri pemerintah telah menyatakan bahwa mereka tidak mengumpulkan data tentang penggunaan peralatan tersebut setelah penjualan. Para anggota parlemen itu mencatat bahwa kriteria dua dan empat dari kriteria terkonsolidasi pada ekspor senjata menghalangi perizinan di mana ada risiko bahwa barang akan digunakan untuk penindasan internal atau dalam pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Mereka juga meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kebutuhan untuk tidak mempengaruhi stabilitas regional yang merugikan dalam cara yang signifikan. Selain itu juga dengan terang-terangan memfasilitasi penggunaan senjata api oleh pasukan Israel melawan Palestina di Gaza.

Baca juga  Kandidatnya Kalah Pemilu, Demonstran di Papua Nugini Bakar Pesawat

Mosi itu diakhiri dengan menyebut permintaan untuk penangguhan penjualan persenjataan Inggris ke Israel kecuali dapat dibuktikan bahwa senjata dan komponen yang diimpor dari Inggris hanya digunakan sesuai dengan kriteria konsolidasi. Badan amal Inggris War on Want juga termasuk di antara mereka yang mendesak dukungan untuk The Early Day Motion.

“Pemerintah Inggris secara langsung terlibat dalam kekerasan Israel terhadap Palestina, dan tahu bahwa senjata-senjata ini digunakan untuk kekerasan brutal dan untuk pelanggaran berat hukum internasional, namun pihaknya memungkinkan perdagangan senjata ini berlanjut,” kata badan amal tersebut, dikutip Middle East Monitor, Kamis (24/5).

COMMENTS

DISQUS: