oleh

Terungkap! Pejabat Ditjen Pajak Ini Pernah Minta Uang ke Terdakwa Korupsi EKP

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kepala Subdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Handang Soekarno terungkap pernah meminta uang kepada Country Direktor PT EK Prima Ekspor Indonesia (EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair. Handang meminta uang kepada terdakwa korupsi EKP tersebut sebesar Rp 6 miliar guna menyelesaikan permasalahan pajak PT EKP.

“Pak Mohan selalu bilang uang itu untuk Pak Handang. Katanya sudah termasuk untuk Pak Haniv (Kakanwil Tijen Pajak Jakarta Khusus),” ungkap Manajer Finansial PT EKP Yuli Kantren saat memberikan keterangannya sebagai saksi dalam sidang kasus suap pajak di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin (6/3/2017).

banner 728x419

Yuli awalnya tidak tahu mengenai alasan Mohan memberikan uang kepada Haniv. Namun, ia mengaku pernah bertemu dengan Haniv untuk membicarakan masalah pajak PT EKP. Bahkan rekeningnya pernah dipinjam oleh Rajamohanan untuk menerima transfer dana sebesar Rp 1,5 miliar dari Singapura.

“Saya sudah kasih uangnya ke Pak Mohan dalam bentuk rupiah tunai. Tapi nggak tahu untuk apa, Pak Mohan nggak pernah cerita,” bebernya kembali.

Sebelumnya, KPK sudah menangkap Handang dan Rajamohanan dalam operasi tangkap tangan di Jakarta, November 2016 silam. Dalam penangkapan tersebut, KPK berhasil menyita uang suap untuk Handang sebesar Rp 1,9 miliar dari total Rp 6 miliar yang dijanjikan Rajamohanan.

Berdasarkan hasil penyelidikan KPK, suap terus dilakukan agar Handang selaku pejabat berwenang di Ditjen Pajak menghapus kewajiban pajak PT EKP sebesar Rp 78 miliar. (ms)

Komentar

Berita Lainnya