oleh

Terkait Aksi GNF MUI, Polda Metro Belum Terima Surat Pemberitahuan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI akan kembali menggelar aksi dalam rangka mengawal sidang perkara dugaan penistasan agama terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Aksi kali ini bertajuk ‘Aksi Simpatik Menjaga Independen Hakim’.

Terkait hal itu, pihak kepolisian belum menerima surat pemberitahuan dari pihak penyelenggara aksi. “Belum ada laporan. Maksudnya itu kan di media sosial, kita juga baca,” terang Dir Intelkam Polda Metro Jaya Kombes Mersdisyam, di Jakarta, Rabu (26/4/17).

banner 1280x904

Merdisyam mengaku baru mengetahui rencana aksi tersebut dari media sosial. Namun pihaknya telah mendalami informasi terkait rencana aksi GNPF MUI itu.

“Kami lagi dalami itu belum tau juga itu (benar atau tidak), kan baru dishare-share aja itu. Belum ada yang secara pasti, kami masih dalami dari media sosial itu, dari mana,”

Dirinya juga mengaku sejauh ini belum ada persiapan yang dilakukan oleh pihak kepolisan perihal tindakan pengamanan karena belum adanya surat pemberitahuan secara resmi yang diterima oleh kepolisian. ‘

“Ya nanti kami lihat dulu. Kami kan juga baru tahu dan baru terima. Kami tak (mengandai-andai) dulu. Semua kegiatan kan ada aturannya. Sejauh ini, kami belum menanggapi karena ini baru di medsos saja,” akhirnya.

Belakangan beredar sebuah undangangan aksi yang digagas oleh GNF MUI. Undangan tersebut beredar luas di media sosial.

Dalam poster undangan tersebut, GNF MUI mengajak semua kalangan masyarakat untuk turun aksi terkait tuntutan terhadap Ahok yang dinilai tidak mencerminkan rasa keadilan.

Aksi ini terbagi dalam tiga rangkaian, yakni pertama long march dari Masjid Istiqlal ke pengadilan negeri Jakarta Utara, di Jalan Gajah Mada Jakarta Pusat, pada pada Jumat 28 April.

Kedua, aksi bela Islam di Kejaksaan daerah masing-masing di seluruh Indonesia pada 29 April. Dan terakhir, massa akan melalakukn long march dari Masjid Istiqlal ke Mahkamah Agung RI, pada saat vonis hukuman terhadap Ahok dibacakan, yakni Jumat 5 Mei 2017 mendatang. (DD)

Komentar