Terinspirasi Mohamed Salah, Pemuda Inggris Ini Menjadi MualafWinger Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah

Terinspirasi Mohamed Salah, Pemuda Inggris Ini Menjadi Mualaf

SUARADEWAN.com -- Winger Liverpool, Mohamed Salah, lagi-lagi menjadi sosok panutan di luar lapangan sepak bola. Mohamed Salah dikenal dengan prestasi

Berkat Salah yang Prestasinya Terus Menanjak, Masjid Tertua di Liverpool Ini Kian Ramai
Selamat Hari Raya Idul Fitri Kepada Semua Penggemar Sepakbola Eropa
Trofi Liga Champion Milik Liverpool Dipamerkan di Mall Taman Anggrek Sampai Minggu Besok

SUARADEWAN.com — Winger Liverpool, Mohamed Salah, lagi-lagi menjadi sosok panutan di luar lapangan sepak bola. Mohamed Salah dikenal dengan prestasi dan citranya sebagai pesepak bola yang taat terhadap agama Islam.

Prestasi yang ditorehkan Mohamed Salah seringkali membuat para pencinta sepak bola kagum kepadanya Bahkan, Mohamed Salah sendiri menjadi pemain yang cukup berpengaruh berkat prestasinya tersebut. Kehadiran Salah seolah menjadi nuansa tersendiri bagi para suporter Liga Inggris.

Hal ini dibuktikan dengan adanya pengakuan dari seorang fan Nottingham Forest bernama Ben Bird. Bird secara mantap memutuskan untuk menjadi mualaf setelah terinspirasi oleh Salah. Pemuda asal Inggris ini menjadi perbincangan publik setelah menceritakan pengalamannya menjadi mualaf.

Ben Bird, menjadi Muslim karena pesona Mohamed Salah.

Ben Bird bercerita bahwa ia memutuskan untuk masuk agama Islam setelah menyusun disertasi yang membahas soal Islam dan Mohamed Salah. Ketertarikan Bird terhadap agama Islam dan Mohamed Salah ternyata terus berlanjut hingga ia mengamati kepribadian sang pemain.

Menariknya, Bird sendiri ternyata sebelumnya adalah seorang Islamophobia. Ia mengaku kalau Salah adalah orang Islam pertama yang ia kenal dalam hidupnya. Kedatangan Salah seolah membuat Bird sadar bahwa ia selama ini salah paham tentang Islam dan seorang Muslim.

Bird pun akhirnya semakin tertarik untuk mengulik informasi lebih dalam tentang Salah dan Islam.

“Saya ingat dosen pembimbing saya mengatakan ‘bagaimana dengan lagu Mohamed Salah?’.

Baca juga  Petisi Meminta Ramos dihukum FIFA telah Ditandatangani Ratusan Ribu Fans

“Saya menyadarinya dan saya pikir itu ide fantastif,” katanya melanjutkan.

Pemegang gelar Studi Timur Tengah di University of Leeds ini kemudian memilih tema yang disarankan oleh dosen pembimbingnya. Bird lalu fokus untuk meneliti sejauh mana performa Salah mampu memerangi Islamphobia di media dan bidang politik.

Menariknya, Salah sendiri sebenarnya adalah muslim yang pertama kali dikenal Bird.

“Mohamed Salah adalah Muslim pertama yang saya kenal. Begitulah cara dia menjalani hidupnya, bagaimana dia berbicara kepada orang-orang,” kata Bird.

Saat menjalani penelitian, Bird mencoba mewawancarai mahasiswa asal Mesir untuk mengetahui seputar Salah. Kemudian mahasiswa asal Mesir itu takjub dan langsung menceritakan mengenai pemain berusia 27 tahun secara terperinci.

“Mereka berbicara kepada saya selama berjam-jam tentang betapa hebatnya dia dan apa yang dia lakukan untuk negaranya,” kata Bird.

“Satu juta orang Mesir merusak suara suara pemilu mereka dan menginginkan Salah menjadi presiden Mesir pada tahun lalu.

“Dia (mahasiswa mesir) percaya bahwa Salah adalah yang membuat seseorang kembali mencintai Muslim,” katanya menambahkan.

Bird lalu menambahkan alasan mengapa Salah sering mempraktikkan selebrasi berupa sujud setelah mencetak gol. Apalagi saat ini Salah bermain di salah satu klub sepak bola besar bersama Liverpool. Saat Liverpool berhasil memenangkan Liga Champions, Salah langsung bersujud dan itu disaksikan oleh seluruh orang di dunia.

Baca juga  Selamat Hari Raya Idul Fitri Kepada Semua Penggemar Sepakbola Eropa

“Mereka berbicara kepada saya selama berjam-jam tentang betapa hebatnya dia dan apa yang dia lakukan untuk negaranya,” kata Bird.

“Satu juta orang Mesir merusak suara suara pemilu mereka dan menginginkan Salah menjadi presiden Mesir pada tahun lalu.

“Dia (mahasiswa mesir) percaya bahwa Salah adalah yang membuat seseorang kembali mencintai Muslim,” katanya menambahkan.

Bird lalu menambahkan alasan mengapa Salah sering mempraktikkan selebrasi berupa sujud setelah mencetak gol. Apalagi saat ini Salah bermain di salah satu klub sepak bola besar bersama Liverpool. Saat Liverpool berhasil memenangkan Liga Champions, Salah langsung bersujud dan itu disaksikan oleh seluruh orang di dunia.

“Salah menunjukkan kepada saya bahwa Anda bisa menjadi normal dan seorang Muslim,” kata Bird.

“Anda bisa menjadi diri sendiri. Dia pemain hebat dan dihormati oleh komunitas sepak bola, politik, dan agamanya,” katanya melanjutkan.

Bird pun mengatakan bahwa ternyata Islam itu berbeda dari yang digambarkan oleh beberapa media akhir-akhir ini. Saat ini ia pun mengikuti komunitas agama Islam untuk lebih mengenal tentang kepercayaan yang dianut. Meski demikian, Bird berharap dapat bertemu kepada Salah karena telah membuatnya menjadi lebih baik. (bs)