oleh

Terdakwa Korupsi Proyek Jalan Sentul Siap Patahkan Dakwaan Hakim

BANDUNG, SUARADEWAN.com – Terdakwa kasus korupsi proyek pembangunan Jalan Sentul, Betty Nurhayati dan Yayat Adji, menyayangkan putusan majelis hakim Tipikor yang menolak secara keseluruhan eksepsi atau keberatan terhadap putusan sela terkait kasus yang merugikan negara Rp10 miliar itu. Pasalnya, proyek senilai miliaran rupiah itu mangkrak di tengah jalan dan dianggap melenceng dari perjanjian awal.

Atas putusan tersebut, keduanya melalui kuasa hukumnya, Acong Latif, mengaku tak akan pasrah begitu saja. Ia akan menyiapkan langkah-langkah selanjutnya untuk mematahkan dakwaan. “Kami menyesalkan putusan Sela Hakim yang menolak eksepsi, tapi ini sudah menjadi keputusan Hakim jadi kami mengikutnya dan menghormati apapun putusan majelis hakim tersebut akan tetapi kami tidak akan pasrah begitu saja,” kata pengacara kondang itu, Senin (21/9).

banner 1285x856

“Kami mengikutnya dan sudah siap menyiapkan saksi-saksi untuk proses persidangang berikutnya, biarlah nanti fakta-fakta di persidangan yang mematahkan dakwaan jaksa,” tambah Frandes Iko yang juga pengacara terdakwa.

Sebelumnya, majelis hakim menolak eksepsi yang diajukan terdakwa. Alasannya, dakwaan jaksa penuntut umum dinilai sah sebagaimana dalam pasal 143 KUHAP dengan traktat dakwaan lengkap dan jelas.

Majelis hakim yang dipimpin Marudut ini pun langsung memerintahkan jaksa menghadirkan para terdakwa serta saksi-saksi untuk dimintai keterangan pada sidang selanjutnya 30 September.

Komentar