oleh

Tantangan Pilkada di Tengah Pandemi; Cakada sampai KPU RI Positif Corona

JAKARTA, SUARADEWAN.com —  Teror Covid 19 masih menghantui tahapan Pilkada 2020. Setelah sebelumnya 63 bakal pasangan Cakada yang dinyatakan positif Covid 19. Ketua KPU RI Arief Budiman dan Evi Novida Ginting juga dinyatakan positif Covid-19, dan terbaru Pramono Ubaid Tanthowi dinyatakan positif Covid-19 (19/9).

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Bakal calon Kepala Daerah yang dinyatakan positif Covid-19 sebanya 63 Orang sebagaimana diterangkan oleh komisioner KPU Viryan Azis.

banner 1280x904

“Sebagai catatan, ini data tadi pagi, ada kurang lebih 63 bakal calon yang positif Covid-19, dari 1.470 bakal calon,” kata komisioner KPU RI Viryan Azis, Sabtu, (12/9/2020).

Baca juga  Survei Charta Politika: 54,2 Persen Responden Tak Setuju Pilkada Tetap Digelar

Sementara itu, Evi Novida Ginting komisioner KPU lebih dahulu dinyatakan covid-19 pada pekan lalu, yang kemudian disusul oleh Ketua KPU Arief Budiman juga juga dinyatakan positif Covid-19.

“Tanggal 17 September, malam hari, melakukan tes swab untuk digunakan sebagai syarat menghadiri rapat di Istana Bogor tanggal September dengan hasil positif. Kehadiran dalam rapat selanjutnya diwakili oleh anggota KPU,” kata Arif melalui pesan singkat, Jumat, 18 September 2020.

Sedangkan Pramono Ubaid Tanthowikomisioner KPU RI ketiga yang dinyatakan positif Corona.

“Saya ingin mengabarkan bahwa berdasarkan tes swab kemarin, yang hasilnya saya dapatkan tadi siang, saya dinyatakan positif terpapar covid-19,” ujar Pram melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (19/9).

Baca juga  China Khawatir Dengan Dampak Jangka Panjang Pandemi Covid-19

Ketiga komisioner KPU RI tersebut masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).

Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pilkadan 2020 di tengah pandemi. Adapun mengenai penyebab positif covid-19 para kontestan pilkada dan penyelenggara pemilu, dimungkinan karena sangat tingginya aktivitas untuk menyiapkan diri menghadapi pilkada 2020.

Ditambah dengan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 memang masih kurang. (red)

Komentar