oleh

Tangkap Kepala Daerah Di Banten, KPK Amankan Barang Bukti Uang Ratusan Juta

JAKARTA, SUARADEWAN.com– Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT), Jumat 22 September 2017 malam. Dalam OTT KPK tersebut, tim penindakan KPK turut mengamankan seorang kepala daerah dari Provinsi Banten. Diduga, pimpinan daerah yang terciduk oleh KPK itu adalah Wali Kota Cilegon.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan benar telah dilakukan OTT di wilayah Provinsi Banten. Saat ini sekitar 10 orang telah diamankan. Dia tak bisa menjelaskan secara detail apa dan siapa saja yang diamankan. Tapi, ada unsur penyelenggara negara, yakni kepala daerah dan kepala dinas serta pihak swasta turut diamankan.

banner 1280x904

“Kami konfirmasi, ada tim Penindakan KPK yang ditugaskan di daerah Banten. Sampai tengah malam hari Jumat, 22 September 2017, KPK lakukan OTT di kabuaten/kota di Banten. Sejauh ini diamankan sekitar 10 orang, di antaranya kepala daerah, pejabat dinas, dan swasta,” kata Febri, Sabtu 23 September 2017.

Baca juga  Didik J Rachbini: KPK Jangan Ngurusin Rp 15 Juta, Terlalu Recehan Walaupun itu Benar

Baca juga: Sejak 2003, 71 Kepala Daerah Jadi Tersangka KPK. Ini Daftarnya

Sebagaimana prosedur KPK, lanjut dia, para pihak yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan lanjutan dalam waktu 1×24 jam guna menentukan status hukum yang diamankan. Hingga kini, pihak yang diamankan pun masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat ini pemeriksaan masih berjalan. Sejumlah pihak yang diamankan sudah dibawa ke kantor KPK. Dalam waktu maksimal 24 jam akan kami sampaikan hasil OTT ini melalui konferensi pers hari ini di KPK,” ujarnya.

Baca juga  Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud Terjaring OTT KPK

Febri menyatakan, OTT yang dilakukan indikasinya adanya transaksi terkait dengan proses perizinan kawasan industri di salah satu kabupaten/kota di Banten. Disinggung soal adanya dugaan penerimaan atau penerimaan hadiah/janji sejumlah fee untuk pengurusan sejumlah proyek, Febri enggan berkomentar.

“Diduga terkait perizinan pengurusan sejumlah proyek di sana,” ucapnya. Tim juga mengamankan sejumlah uang saat OTT. Namun, nominal uang yang diamankan akan dijelaskan lebih lanjut saat konferensi pers.

“Ada uang ratusan juta yang diamankan sebagai barang bukti,” kata dia. (PR)

Komentar