oleh

Tangkal Terorisme, Facebook Perketat Pengawasan Konten Radikal

banner-300x250

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Guna menangkal propaganda dan perekrutan anggota atau pengikut kelompok radikal yang marak menggunakan media sosial, Facebo0k membuat sebuah program yang dapat mengidentifikasi dan menghapus konten-konten yang berhubungan dengan terorisme.

Dilansir dari Reuters, Direktur Manajemen Kebijakan Global Monika Bickert dan Manajer Kebijakan Kontra-Terorisme Brian Fishman, menyatakan Facebook menggunakan kecerdasan buatan (AI) seperti pencocokan gambar dan pemahaman bahasa untuk mengidentifikasi dan menghapus konten secara cepat

“Hal itu ditempuh sebagai respons atas kritik yang menyatakan grup militan di eropa menggunakan jejaring sosial tersebut yang bentuk propaganda dan merekrut orang,” ujar Brian dalam keterangannya.

Baca juga  Tudingan Terorisme Sebagai Pengalihan Isu Itu Salah Besar

Direktur Manajemen Kebijakan Global Monika Bickert dan Manajer Kebijakan Kontra-Terorisme Brian Fishman, menyatakan Facebook menggunakan kecerdasan buatan (AI) seperti pencocokan gambar dan pemahaman bahasa untuk mengidentifikasi dan menghapus konten secara cepat, seperti dilansir dari Reuters.

Negara-negara yang terdampak aksi pengeboman dan penembakan oleh militan selama beberapa tahun belakangan, seperti Jerman, Prancis dan Inggris Raya, menekan Facebook dan penyedia media sosial lainnya seperti Google dan Twitter untuk bertindak lebih banyak dalam menghapus konten militan dan ujaran kebencian.

Facebook menggunakan kecerdasan buatan untuk menyesuaikan gambar sehingga mereka dapat melihat apakah foto atau video yang diunggah berasal dari unggahan sebelumnya yang terindikasi sebagai akun teroris, kata Facebook dalam blog mereka.

Baca juga  Ketika Muslim Menjadi Korban, Itu Bukan Terorisme

YouTube, Facebook, Twitter dan Microsoft tahun lalu membuat database bersama berupa sidik jari digital yang secara otomatis diberikan untuk video atau foto konten militan untuk membantu mereka mengidentifikasi konten yang sama di platform mereka.

Facebook sekarang menganalisis teks yang sudah dihapus yang berisi pujian atau dukungan organisasi militan, untuk mengembangkan sinyal berbasis tulisan dalam mengenali propaganda. (dd/tp)