Tanggapi Kritikan Prabowo, PDI-P: Barang Lama dengan Kemasan Baru

Tanggapi Kritikan Prabowo, PDI-P: Barang Lama dengan Kemasan Baru

Indonesia Dituduh Curang oleh Trump, JK: Amerika Harus Introspeksi
Kebangkitan Usaha Ultra-Mikro
Perdagangan Dunia, Indonesia Peringkat Terbawah dari 6 Negara Besar ASEAN

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menilai kritikan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto soal arah dan sistem ekonomi Indonesia melenceng dari konstitusi bukan hal baru. Menurutnya, setelah reformasi juga banyak tokoh yang mengungkapkan keprihatinan serupa.

“Jadi sekali lagi bukan barang baru. Kalau sekarang disampaikan lagi, itu sirup lama dalam kemasan baru,” kata Hendrawan saat dihubungi merdeka.com, Rabu (20/6).

Sejak zaman orde baru, Hendrawan menilai sistem ekonomi Indonesia telah condong ke arah liberal. Dia mengaku menjadi salah satu orang yang menentang pola pembangunan kala itu.

“Pola pembangunan orde baru pun, saat Pak Prabowo sedang berjaya, sudah dinilai semakin membawa ekonomi Indonesia lebih bercorak liberal,” terangnya.

Dalam pidatonya via live streaming facebook, Prabowo sempat menyinggung soal kekayaan Indonesia banyak dikuasai asing dan segelintir orang. Hendrawan mengklaim, sistem konglomerasi dan oligarki ekonomi justru sedang dievaluasi oleh pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Baca juga  Pemerintah Upayakan Bensin Satu Harga di Daerah Terpencil

Contohnya, tindakan tegas pemerintah yang menenggelamkan kapal-kapal asing pencuri ikan di laut Indonesia, peninjauan ulang kontrak karya dengan perusahaan-perusahaan asing sampai pembubaran Petral karena dinilai sebagai sarang mafia migas.

“Sekali lagi, ini yang berusaha dikoreksi oleh Pemerintahan sekarang,” tandas Hendrawan.

Sebelumnya, Prabowo memberikan pidato politiknya kepada seluruh kader Gerindra, Rabu (20/6) malam. Pidato itu disampaikan melalui live streaming Facebook kurang lebih selama tiga puluh menit.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa arah bangsa Indonesia saat ini sudah melenceng dari Pancasila dan UUD 1945. Prabowo lebih menekankan kepada persoalan ekonomi yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.

Baca juga  Riuh, "Prabowo KW" Muncul ditengah Kerumunan Pendukung 02

“Apa yang menjadi pusat perhatian Gerindra dari awal saya dan Gerindra melihat bahwa arah kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini berada di arah dan alur yang salah. Saya berpandangan berkeyakinan bahwa sistem bernegara sistem politik dan sistem ekonomi bangsa kita berada di jalur yang menyimpang. Menyimpang dari apa? Menyimpang dari rencana dan rencana cetak biru yang dibangun oleh pendiri-pendiri bangsa kita yaitu Pancasila dan UUD 1945,” kata Prabowo.

Prabowo menilai, bangsa Indonesia saat ini tidak setia terhadap apa yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Menurut dia, Pancasila hanya sekadar jadi jargon saja, tapi tidak diamalkan untuk membangun negeri ini. (mer)

COMMENTS