Tajmahal, Bangunan Muslim Yang Diklaim Sebagai Kuil Hindu

Tajmahal, Bangunan Muslim Yang Diklaim Sebagai Kuil Hindu

Warga Muslim Perancis Berhasrat Ada 4.400 Masjid di Negaranya pada Tahun 2020
Tahun 2045 Indonesia Tak Lagi Menjadi Negara Muslim Terbesar Di Dunia
Warisan Islam di Kota Madrid Spanyol

NEW DELHI, SUARADEWAN.com – Ikon wisata Taj Mahal di India sampai hari ini masih terus diperdebatkan oleh masyarakat disana, apakah merupakan bangunan muslim atau adalah sebuah kuil hindu sebagai agama mayoritas di India.

Meski telah banyak pengakuan dari berbagai lembaga yang menyebutkan sebagaimana familiar selama ini bahwa Taj Mahal merupakan makam megah Muslim yang dibangun Kaisar Mughal Shah Jahan untuk menghormati istrinya yang meninggal. Namun sejumlah pengacara dan sebagian penganut Hindu yang menginisiasi petisi di pengadilan terus berusaha untuk memenangkan klaimnya bahwa Tajmahal adalah peninggalan kuil hindu.

Baru-baru ini, Lembaga Survei Arkeologi Agra, India atau ASI di hadapan pengadilan menyatakan, Taj Mahal merupakan makam megah Muslim yang dibangun Kaisar Mughal Shah Jahan untuk menghormati istrinya yang meninggal. ASI menolak klaim ikon India itu sebagai kuil Hindu.

Tajmahal salah satu dari arsitektur Islam paling indah dan menakjubkan

ASI yang bertugas melindungi situs-situs India yang penting telah diperintahkan untuk memberikan pendapatnya di pengadilan untuk menanggapi petisi yang dibuat 6 pengacara. Petisi itu menyatakan Taj Mahal yang masuk dalam daftar warisan dunia UNESCO awalnya merupakan kuil Hindu bernama Tejo Mahalaya. Kuil ini dipersembahkan untuk Dewi Shiva.

Petisi ini juga menuntut umat Hindu dibolehkan beribadah di dalam Taj Mahal. Selama ini hanya Muslim yang diizinkan beribadah di dalam bangunan megah yang didirikan pada abad 17.

Baca juga  Peneliti: Media Sosial Mengubah Wajah Islam Indonesia Selama Dekade Terakhir

Namun, ASI membantah argumen dalam petisi itu. “Pernyataan tertulis kami menyatakan klaim itu khayalan dan kami meminta pengadilan menolak petisi itu. Terserah pengadilan untuk memutuskan apa yang terjadi,” kata Bhuvan Vikrama, pengawasa ASI di Agra seperti dikutip dari The Guardian, Rabu, 30 Agustus 2017.

Sejumlah klaim yang menyatakan Taj Mahal sebagai kuil Hindu muncul beberapa kali, baik itu dari organisasi Hindu yang ekstrim termasuk penulis India, PN Oak yang menulis buku berjudul Taj Mahal: the True Story yang terbit pada tahun 1989.

Para turis asing yang ingin melihat lebih dekat keindahan situs bersejarah Taj Mahal, Agra Uttar Pradesh, India. mampu menarik sekitar 12 ribu wisatawan per hari

Menurut Oak, Taj Mahal dibangun sebelum Muslim menguasai India. Kuil Hindu itu pun menjadi warisan kemenangan Muslim di India dan kuil-kuil Hindu pun dihancurkan dan diubah menjadi masjid. Oak merujuk pada struktur bangunan Taj Mahal yang sejatinya struktur Hindu.

Sejarah menunjukkan penguasa di seluruh dunia mengubah monumen-monumen yang sudah ada sesuai dengan gagasan mereka,” ujar Parsa Venkateshwar Rao, penulis dan kolumnis.

‘Namun klaim mengenai Taj ini konyol karena fitur-fiturnya seperti kubah dan menara masjid tidak dapat ditemukan di awal periode itu dan adalah konyol hakim telah membolehkan petisi ini,”ujar Rao.

Taj Mahal. telegraph.co.uk.

Sekalipun ASI sudah menegaskan bahwa Taj Mahal merupakan bangunan milik Muslim, namun Hari Shankar Jain, salah satu pengacara yang mengajukan petisi ini ke pengadilan Agra mengatakan, ia akan berusaha untuk memenangkan perkara ini. Ia juga akan menggelar ibadah Hindu di Taj Mahal.

Baca juga  Status Darurat, Bentrok Buddha-Muslim Pecah Lagi di Sri Lanka

Jain juga tidak percaya di dalam Taj Mahal dimakamkan jasad Mumtaz Mahal, istri Kaisar Mughal Shan Jahan. “Ini bangunan kuil Hindu jadi tidak ada pernyataan apakah ada orang dimakamkan di situ.”

Dua tahun lalu, klaim juga datang dari sejumlah pengacara dan sebagian penganut Hindu, agama mayoritas di India. Namun Menteri Kebudayaan Mahesh Sharma mengatakan pemerintah belum menemukan bukti untuk mendukung klaim itu sebagaimana dikutip BBC.co.uk, Selasa, 1 Desember 2015.

Taj Mahal, sebuah makam yang dibangun Kaisar Mughal Shah Jahan pada abad 17 setelah kematian istrinya, selama ini mampu menarik sekitar 12 ribu wisatawan per hari.

Enam pengacara asal Kota Agra, tempat monumen itu berada, mengatakan kepada pengadilan ada “petunjuk substansial” untuk membuktikan monumen terkenal ini awalnya adalah sebuah kuil yang dipersembahkan untuk dewa Hindu, Siwa. Mereka mendesak pengadilan untuk menyatakan monumen itu adalah kuil Hindu.

Tajmahal sangat sempurna saat matahari terbit

Pembangunan Taj Mahal diselesaikan Shah Jahan pada 1653 sebagai makam untuk istri ketiga dan kesayangannya, Mumtaz Mahal. Wanita cantik itu meninggal ketika melahirkan anak ke-14.

Struktur bangunan monumen yang memiliki kubah dari marmer putih dan menara itu dihiasi dengan batu semi mulia dan ukiran-ukiran yang dianggap sebagai contoh karya seni Mughal terbaik di India.

Pada tahun 1983, Taj Mahal menjadi situs warisan dunia UNESCO dan menarik jutaan wisatawan dari dalam dan luar negeri. (ELH)

COMMENTS