Survei Y Publica: 51,7 Persen Masyarakat Tidak Setuju Perda Syariah di Indonesia

Survei Y Publica: 51,7 Persen Masyarakat Tidak Setuju Perda Syariah di Indonesia

CSIS: Rendahnya Dukungan Milenial kepada Jokowi-JK Disebabkan Lapangan Pekerjaan
Litbang Kompas: 7 Parpol Tak Lolos Ambang Batas
LSI Denny JA: Jokowi-Ma’ruf Unggul di Pemilih Muslim yang Tidak Taat

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Y Publica merilis survei nasional terkait Perda agama dalam perpolitikan Indonesia. Survei yang dilakukan pada November-Desember 2018 itu menyebut 51,7 persen masyarakat tidak setuju dengan Perda Syariah di Indonesia.

Direktur Eksekutif Y Publica Rudi Hartono mengungkapkan, meski mayoritas tidak setuju, terdapat 44,5 persen responden yang menyatakan setuju dengan adanya perda tersebut.

“Bahkan terdapat 47,2 persen responden belum melihat dampak positif Perda Syariah dalam memperbaiki tata-nilai masyarakat agar sejalan agama,” kata Rudi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2018).

Baca juga  Indo Barometer: 58,2 Persen Publik Tak Tahu Nawa Cita Jokowi-JK

Sedangkan dalam kaitannya dengan Pilpres 2019, Rudi mengatakan baik di kalangan capres nomor 1 maupun 2, mayoritas pemilih di kedua kubu tidak setuju dengan perda berbasis agama.

“Di kubu Jokowi-Maruf yang menolak sebesar 65,5 persen, sedangkan di kubu Prabowo-Sandiaga 50,2 persen menolak,” ujarnya.

Baca juga  Survey: Milennial Dua Kali Lebih Stress Karena Pekerjaan, Ini Penyebabnya

Berdasarkan data yang dihimpun Y-Publica, sejak 1998-2013 setidaknya ada 443 Perda berdasarkan agama, seperti Perda Syariah dan Perda Injil yang berlaku di Manokwari, Papua.

Adapun survei Y-Publica melibatkan 200 responden seluruh Indonesia dan menggunakan metode multistage random samplingMargin error adalah 2,9 dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (lip)

COMMENTS