Sudah Bukan Lagi ‘KW’, Rumput Laut Indonesia Tembus AS

Sudah Bukan Lagi ‘KW’, Rumput Laut Indonesia Tembus AS

JAKARTA, SUARADEWAN.com - Produk olahan rumput laut jenis gracilaria dan eucheuma Indonesia kini telah bebas dari tudingan Amerika Serikat (AS) soal r

Washington Nilai Beijing Buruk Dalam Berantas Perdagangan Manusia
Jembatan yang Ambruk di Florida Dibangun Dalam Enam Jam
China-Amerika Serikat: Kawan Atau Lawan?

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Produk olahan rumput laut jenis gracilaria dan eucheuma Indonesia kini telah bebas dari tudingan Amerika Serikat (AS) soal rumput laut KW. Indonesia pun telah bebas untuk melakukan ekspor ke negara tersebut.

Berdasarkan dokumen yang diterbitkan Kementerian Pertanian Amerika Serikat atau US Department of Agriculture (USDA) melalui Agricultural Marketing Service (AMS), dinyatakatan bahwa karaginan dan agar-agar atau produk olahan rumput laut tetap berada di dalam daftar produk organik pada tanggal 4 April 2018. Pernyataan ini akan berlaku efektif pada tanggal 29 Mei 2018.

Terkait dengan hal itu, Ketua Umum Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) Safari Azis mengatakan pihaknya akan segera melakukan konsolidasi dengan pihak China dan Amerika.

Menurutnya, para pelaku ekspor rumput laut perlu melakukan persiapan strategi untuk dapat kembali masuk ke pasar AS.

Baca juga  Mantan Penasihat Keamanan AS Diminta Bocorkan Rahasia Trump-Rusia

Ia memaparkan, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan pertemuan dengan China Algae Industry Association (CAIA). Hal ini dilakukan karena China merupakan negara importir rumput laut Indonesia yang besar.

“Negeri tirai bambu itu menyerap hampir 70% karaginan Indonesia, yang kemudian dikapalkan ke AS dan Eropa,” kata Safari di Kementerian Perdagangan, Jakarta, seperti rilis yang diterima, Senin (9/4/2018).

Setelah China, Safari juga mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan Departemen Pertanian AS (USDA) dan Organic Foods Production Act (OFPA) di Amerika.

Sementara itu, produk rumput laut Indonesia dituding Amerika KW karena produk belum masuk ke dalam bahan substitusi.

“Kami sudah sering menjelaskan pada semua pihak bahwa budi daya rumput laut kita dilakukan secara alami tanpa menggunakan pupuk, kimia ataupun suplemen,” jelasnya.

Baca juga  PBB Kutuk Tragedi Penembakan South Carolina

Diketahui sebelumnya, delisting produk rumput laut dipicu dari adanya petisi Joanne K Tobacman, M.D. (Tobacman) dari University of Illinois, Chicago, pada Juni 2008 kepada US Food and Drug Administration (USFDA). Isinya melarang penggunaan karaginan sebagai bahan tambahan dalam produk-produk makanan. Namun petisi tersebut ditolak pada tahun 2012.

Kemudian, petisi yang sama diajukan kembali ke US National Organic Standard Board (NOSB) pada tahun 2013 diikuti dengan adanya publikasi LSM Cornucopia Institute US pada Maret 2013. LSM telah menyakinkan publik untuk meminta kepada US NOSB agar mengeluarkan karaginan dan agar-agar dari daftar bahan pangan organik. (dna)

COMMENTS

DISQUS: