oleh

Sri Mulyani : Pendapatan Negara Hanya 1,500 T, sementara Pengeluaran 2.082,9 T

Jakarta, suaradewan.com – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjelaskan alasan pemerintah memotong Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) 2016, adalah agar terjadi keseimbangan antara penerimaan negara dengan belanja negara.

“Saya bukan tukang jagal, saya orang baik-baik saja. Persoalan dalam pengelolaan keuangan sama seperti ekonomi rumah tangga, yakni menyeimbangkan kebutuhan rumah tangga belanja dan berapa banyak penerimaan,” jelas Menkeu.

banner 728x419

Menkeu menjelaskan penerimaan negara 2016 tidak akan mencapai target sebesar Rp1.786,2 triliun, tetapi hanya mencapai Rp1.500 trilun dengan belanja negara sebesar Rp2.082,9 triliun. Dengan demikian, defisit anggaran akan semakin besar sehingga besarnya utang negara juga akan bertambah.

Dengan demikian, pemerintah harus mencari cara untuk mengecilkan defisit anggaran tersebut. Salah satunya dengan menerbitkan surat utang. “Pemerintah tidak selalu baik mengelola keuangan. Sumber pertama kita perlu mengembalikan kredibilitas dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” tambah Menkeu.

Pada Mei lalu, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2016 tentang langkah-langkah penghematan dan pemotongan belanja K/L dalam rangka pelaksanaan APBN TA 2016. Dalam inpres tersebut, Presiden mengintruksi kepada semua K/L untuk memangkas anggarannya dengan total pemangkasan sebesar Rp50,016 triliun.

Komentar

Berita Lainnya