oleh

Sorotan Pengadaan Randis Dinilai Tak Berdasar, Begini Tanggapan Eko Wahyudi

BONE, SUARADEWAN.com — Sorotan terkait pengadaan Randis di Dinas Kesehatan Kabupaten Bone yang dinilai tidak berdasar dalam sebuah pemberitaan Pada, Rabu (10/06/2020) mendapat tanggapan dari Eko Wahyudi.

Menurut Eko, kritikannya terhadap pengadaan Randis merupakan hal yang wajar dan sah-sah saja. Terlebih lagi pengadaan tersebut tidak memperhatikan aspek sosial dimana hampir semua masyarakat Bone hari ini menderita akibat pandemi Covid-19, parahnya lagi Dinkes terkesan mengabaikan regulasi yang ada.

banner 1280x904

“Apanya yang tidak berdasar, jelas-jelas ditengah pandemi ini dimana hampir semua alokasi anggaran diperuntukkan untuk percepatan penanganan Covid-19,” kata Eko saat dihubungi SUARADEWAN.com, Pada Jum’at (12/06/2020) siang.

Selain itu, kata Eko. Kalau dikatakan sudah sesuai dengan regulasi dan aturan main yang ada kenapa tidak dibuka lebar-lebar ke publik.

Baca juga  Ketua KAI Bone, Desak Pemkab Bone Revisi Surat Keterangan Bebas Covid-19

“Mana aturannya kalau dikatakan sudah sesuai dengan peruntukannya dan tidak menyalahi petunjuk teknis (juknis) yang ada, harusnya dishare ke publik dan kalau perlu dijelaskan agar tidak menjadi sekedar asumsi publik,” ujar Eko.

Eko menjelaskan, kalau dikatakan pengadaan Randis ini sudah sesuai dengan juknis yang ada, kenapa justru beberapa regulasi berkata lain, coba kita sama-sama memperhatikan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor HK.01.07/Menkes/215/2020 tentang pemanfaatan alokasi khusus bidang kesehatan untuk pencegahan atau penanganan Covid-19 tahun 2020 disitu jelas disebutkan bahwa pemerintah daerah mengajukan perubahan/revisi rencana kegiatan dana alokasi khusus bidang kesehatan tahun anggaran 2020.

“Kan bisa direvisi, kenapa harus dipaksakan membeli mobil ambulance/operasional sedangkan kebutuhan urgent terkait percepatan penanganan covid-19 saat ini adalah mobile swab dan laboratorium swab atau diperuntukkan untuk hal lain yang lebih subtansi,” jelas Eko.

Baca juga  Semakin Diminati, Pendaftaran PPBD SMKN 1 Bone Membludak

Sementara itu, pihak Dinkes Bone dalam hal ini H Rustam yang juga sebagai PPATK pengadaan Randis saat dihubungi SUARADEWAN.com menjawab singkat.

“Coba kita perhatikan lampiran dari permenkes tersebut, apa yang bisa dirubah dan dijadikan apa, mobil tidak termasuk di dalamnya,” singkat H Rustam, Pada Jum’at (12/06/2020) malam.

Sebelumnya Eko Wahyudi yang juga tokoh muda milenial di Bone ini, menyoroti pengadaan Randis oleh Dinkes Bone senilai 1,4 Miliar ditengah pandemi Covid-19 menyakiti akal sehat, namun ditanggapi tidak berdasar dalam sebuah pemberitaan. (YUSUF MUHAMMAD AL-FATIH)

Komentar