oleh

Solusi Pertikaian, Hagia Sophia Diusulkan Jadi Rumah Ibadah Bersama

ANKARA, SUARADEWAN.com — Hagia Sophia Diusulkan jadi rumah ibadah bersama dianggap solusi pertikaian yang terjadi selama ini. Adalah Pemimpin Umat Kristen Armenia di Turki mengusulkan agar Hagia Sophia di Istanbul dijadikan sebagai tempat berdoa dan beribadah bagi umat Kristen dan Muslim.

Usulan tersebut dicetuskan untuk menghentikan pertikaian terkait Hagia Sophia. Patriark Konstantinopel dari gereja Apostolik Armenia, Sahak II, Mashalian mengatakan melalui akun twitternya agar Hagia Sophia yang dahulu dijadikan museum agar bisa dimanfaatkan sebagai tempat ibadah bersama.

“Hagia Sophia didirikan oleh 10 ribu tenaga kerja dengan menghabiskan banyak dana,” kata Mashalian mengawali tulisannya dalam bahasa Turki dan diterjemahkan secara otomatis oleh Twitter.

Mashalian menilai Hagia Sophia lebih pantas dijadikan sebagai tempat beribadah dan berdoa, daripada dijadikan tempat wisatawan berlarian mengambil foto. Di tambah lagi, ujarnya, bangunan Hagia Sofia cukup luas untuk menampung jamaah kristen dan umat Islam.

“Biarkan dunia memuji kedamaian dan kedewasaan agama kita. Biarkan Hagia Sophia menjadi simbol perdamaian bagi kemanusiaan,” tulis Mashalian di Twitter, dilansir dari Aleteia pada Kamis (18/6).

Twitnya ini muncul tidak berapa lama setelah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan yang memberikan instruksi untuk mengubah Hagia Sophia dari museum menjadi tempat ibadah umat Islam, dan terus menerima wisatawan.

Dilaporkan melalui Hurriyet Daily News pada 5 Juni bahwa rencana untuk mengubah status bangunan dilakukan Erdogan pada pertemuan komite eksekutif pusat Partai Keadilan dan Pembangunan.

Sebelumnya, pada 29 Mei, Pemerintah Turki memutuskan untuk merayakan ulang tahun ke-567 penaklukan Konstantinopel Utsmaniyah dengan membacakan ayat-ayat Alquran di dalam Hagia Sophia.

Komisi AS tentang Kebebasan Beragama Internasional, dalam laporan tahunan 2020, mencatat bahwa sepanjang 2019, Erdogan telah dipanggil beberapa kali untuk Hagia Sophia.

Pembacaan Surat Al-Fath di Hagia Sophia Turki, Foto: Anadolu Agency

Hagia Sofia dibangun pada abad ke-6 oleh Kekaisaran Byzantium sebagai gereja. Kemudian pada tahun 1453, pasukan Turki Ottoman berhasil menaklukkan Konstantinopel dan Hagia Sofia pun beralih fungsi menjadi masjid.

Kemudian pada 1935, Hagia Sofia menjadi museum di masa pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk. Mustafa Kamal merupakan pendiri Turki modern dan Presiden pertama Turki.

Dalam catatan USCIRF, banyak masalah yang mendasari situs-situs keagamaan tersebut. Misalnya ketidakmampuan komunitas Ortodoks Yunani untuk melatih para pendeta di Seminari Halki, tetap tidak terselesaikan. Kemudian pada 2019, situs keagamaan dan budaya Armenia, Assyrian, dan Yunani, termasuk banyak makam yang mengalami kerusakan dan hancur karena tidak ada perawatan, selain itu karena vandalisme atau proyek-proyek konstruksi negara.

“Pada November 2019, pengadilan tinggi Turki juga mengeluarkan keputusan yang mengizinkan Museum Chora (Kariye), bekas gereja Ortodoks Yunani, untuk diubah kembali menjadi masjid, dengan demikian mungkin menjadi preseden untuk mengubah Hagia Sophia (menjadi Masjid),” kata USCIRF.

Hagia Sophia (Ayasofya), sebuah museum yang dulunya adalah gereja dan kemudian dikonversi menjadi masjid di Istanbul – Turki

Sahak dalam tweetnya bertanya apakah usulannya ini terlalu mengada-ngada? Tetapi kemudian dia menambahkan :

“Bukankah kita semua melakukan ibadah di bawah kubah langit yang sama? Kita juga bisa berbagi kubah Hagia Sophia. Apakah kita tidak percaya pada satu Tuhan, meskipun dengan cara yang berbeda? Saya tidak berpikir bahwa bangunan itu, yang telah berdiri 1000 tahun untuk menerima doa-doa umat Kristen dan 500 tahun doa-doa umat Muslim akan keberatan dengan usulan ini,” ujar laki-laki berusi 58 tahun itu.

Ia juga mendesak para pembaca untuk mengunjungi bangunan mulia itu. Maka Hagia Sophia akan memberitahukan langsung bagaimana perdamaian itu lebih berharga dalam sejarah umat manusia.

“Kami tidak memiliki perselisihan salib dan umat Islam. Keselamatan dunia adalah aliansi salib dan umat Islam. Sebuah karunia perdamaian bagi dunia, layaknya martabat Republik Turki.” Tulisnya.

Sebuah Survei Areda mengemukakan bahwa 73 persen warga Turki mendukung mengubah Hagia Sophia menjadi tempat untuk ibadah umat kristen dan masjid bagi umat Muslim.

Asia News melaporkan pada 12 Juni 2020, bahwa penduduk Turki, 99 persen adalah umat Muslim.

Artikel yang sama menunjukkan bahwa pemerintah saat ini telah memberi agama-agama lain kesempatan untuk beribadah di gedung-gedung yang telah lama dilarang digunakan atau dijadikan sebagai museum. Ini termasuk gereja Armenia Surp Giragos di Diyarbakır dan sinagog besar Edirne dan biara Aho di Gercus. (rep)

Komentar