Soal Larangan Merokok, Aktivis Tobacco Control: Kampus Jangan Bias GenderPengumuman tentang larangan merokok untuk mahasiswi di lingkungan Universitas Pamulang (Unpam) viral di media sosial. (instagram)

Soal Larangan Merokok, Aktivis Tobacco Control: Kampus Jangan Bias Gender

JAKARTA, SUARADEWAN.com - Alumni IMM Kota Depok, Muhammad Ridha menanggapi berita viralnya Pelarangan Mahasiswi Merokok di Kampus Universitas Pamulang

Menkopolhukam, Wiranto: Pemerintah Putuskan Sikap Terkait RUU Pertembakauan
Masa Persidangan IV, DPR Sahkan 2 RUU dan Perpanjang Pembahasan 12 RUU
Forum Anak Daerah (FAD) Bali Tolak RUU Pertembakauan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Alumni IMM Kota Depok, Muhammad Ridha menanggapi berita viralnya Pelarangan Mahasiswi Merokok di Kampus Universitas Pamulang (UNPAM)

Menurutnya bahaya Pengguna zat adiktif rokok sebagai produk olahan tembakau tidak mengenal jenis kelamin.

Ridha mengatakan Niat baik harus dilakukan dengan pandangan/ pemahaman yang baik dan cara yang baik, ini kolektif tidak bisa dipisahkan. Pandangan kampus ini menunjukkan pemahaman  yang belum baik dan caranya juga belum baik, walau mungkin niatnya baik.

Muhammad Ridha, Aktivis Tobacco Control dan Alumni IMM Depok

“Sebagai kampus harusnya pemahaman tentang konteks kemanusiaan difahami dengan tuntas. Bahaya penggunaan rokok tidak mengenal gender ataupun usia,” pungkas Ridha yang sekarang aktif sebagai aktivis Tobacco Control

Baca juga  Masa Persidangan IV, DPR Sahkan 2 RUU dan Perpanjang Pembahasan 12 RUU
Baca juga  Mendag Mengaku Belum Membaca Draft RUU Pertembakauan

“Pandangan kampus ini menunjukkan sisi egoisitas kampus dalam menjaga stigmatisasi bahwa perokok perempuan itu dilihat tidak baik atau dianggap perempuan yang tidak baik, sementara kampus memaklumi kalau laki-laki merokok sebagai hal yang biasa, kan itu sesat pikir namanya” tutup Ridha (sd)