oleh

Soal Larangan Merokok, Aktivis Tobacco Control: Kampus Jangan Bias Gender

banner-300x250

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Alumni IMM Kota Depok, Muhammad Ridha menanggapi berita viralnya Pelarangan Mahasiswi Merokok di Kampus Universitas Pamulang (UNPAM)

Menurutnya bahaya Pengguna zat adiktif rokok sebagai produk olahan tembakau tidak mengenal jenis kelamin.

Ridha mengatakan Niat baik harus dilakukan dengan pandangan/ pemahaman yang baik dan cara yang baik, ini kolektif tidak bisa dipisahkan. Pandangan kampus ini menunjukkan pemahaman  yang belum baik dan caranya juga belum baik, walau mungkin niatnya baik.

Baca juga  Masa Persidangan IV, DPR Sahkan 2 RUU dan Perpanjang Pembahasan 12 RUU
Muhammad Ridha, Aktivis Tobacco Control dan Alumni IMM Depok

“Sebagai kampus harusnya pemahaman tentang konteks kemanusiaan difahami dengan tuntas. Bahaya penggunaan rokok tidak mengenal gender ataupun usia,” pungkas Ridha yang sekarang aktif sebagai aktivis Tobacco Control

Baca juga  Forum Anak Daerah (FAD) Bali Tolak RUU Pertembakauan

“Pandangan kampus ini menunjukkan sisi egoisitas kampus dalam menjaga stigmatisasi bahwa perokok perempuan itu dilihat tidak baik atau dianggap perempuan yang tidak baik, sementara kampus memaklumi kalau laki-laki merokok sebagai hal yang biasa, kan itu sesat pikir namanya” tutup Ridha (sd)