oleh

‘Skip Challenge’ Berbahaya, DPR Minta Siswa Pelakunya Dihukum

Ilustrasi

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Beberapa hari terakhir ini publik dibuat heboh dengan ‘permainan’ baru yang menyebar di internet, yang saat ini sudah populer di sebagian kalangan remaja sekolah, yakni aksi “Skip Challenge”. Aksi ini mengharuskan peserta ditekan dadanya sekeras mungkin selama beberapa waktu, agar suplai oksigen ke otak berkurang, dan kemudian peserta tidak sadarkan diri. Ini permainan yang berbahaya, sebab bisa menyebabkan kematian pada pelakunya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengatakan, orang tua dan pendidik harus lebih waspada dan terus memantau perkembangan calon generasi masa depan itu. Bahkan dia menyarankan agar pelaku “Skip Challenge” itu diberikan hukuman yang mendidik, agar tidak mengulangi lagi perbuatannya di kemudian hari.

banner 1280x904

“Orang tua, sekolah dan pendidik harus melakukan pengawasan secara rutin. Begitu juga pelakunya diberikan hukuman yang mendidik, sementara yang menjadi korban supaya diberikan motivasi untuk bisa menolak,” kata politikus partai Golkar itu di Jakarta.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy juga sudah meminta para guru melarang keras anak didiknya bermain permainan yang berbahaya ini. Dia menghimbau kepada mereka agar lebih memperhatikan lagi aktivitas siswanya di lingkungan sekolah.

“Apa yang dilakukan sewaktu muda, akan memberikan dampak saat sudah tua. Permainan tersebut sangat membahayakan, dan akan berdampak buruk bagi kesehatan siswa,” kata Muhadjir, Sabtu (11/3).

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) baru-baru ini menganalisis 82 kasus “Skip Challenge” yang berisiko pada kematian. Menurut hasil penelitian mereka, rata-rata usia anak yang melakukan permainan berbahaya ini adalah 6 tahun sampai 19 tahun. Dan sebesar 87 persen permainan ini dilakukan oleh anak laki-laki. Mereka juga menemukan bahwa 93 persen orangtua belum mengetahui permainan mematikan yang mengancam jiwa buah hati mereka itu. (ZA)

Komentar