oleh

Sidang Perdana Kasus Pemerkosaan Kepada Anak Oleh Ayah Tiri Di Tangerang Digelar

TANGERANG, SUARADEWAN.com – Pada hari ini Sidang Perdana bagi terdakwa Dul Karim (DK) atas kejahatan kekerasan seksual di Pengadilan Negeri Tangerang (22/08/2017).

Dul Karim adalah Seorang ayah tiri yang tega melakukan tindak pidana kekerasan seksual yang dilakukan kepada anak perempuan bernama Siti Mutia (SM) yang masih berumur 15 tahun yang tidak lain adalah anak tirinya sendiri.

banner 1280x904

Terdakwa melakukan kekerasan seksual kepada anaknya di kediamannya yang beralamat di Kampung cibirat Rt 03/01 Ds Sukatani Kec Cisoka Tangerang. DK sudah melakukan 3 kali lebih kepada korban SM terkait kasus kekerasan seksual oleh ayah tirinya yang mengakibatkan kehamilan bagi klien dari LBH Situmeang.

Baca juga: LBH Situmeang: Kabupaten Tangerang Tak Layak Jadi Kota Layak Anak

“Dengan cara pelaku melakukan kepada klien kami dengan aksi kekerasan seksual dengan cara mengikat tangan korban, menyekap, dan akan mengancam memakai pisau yang diletakan di leher korban, sehingga jika sampai memberitahukan ke siapapun terutama ke ibunya maka korban akan di ancam dibunuh klien kami”, kata Kuasa hukum SM, Anri Saputra Situmeang, SH dari LBH Situmeang.

Baca juga  DPRD Tangsel: Predikat Kota Layak Anak Tangsel Seharusnya Jadi Acuan Bersama
Kuasa hukum SM, Anri Saputra Situmeang, SH dari LBH Situmeang

Kuasa hukum dari korban SM, Anri menjelaskan di Pengadilan Negeri Tangerang, Dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kabupaten Tangerang awal mula untuk memberikan rasa kepastian hukum bagi korban. LBH Situmeang akan selalu memantau terus menerus jalannya persidangan bagi terdakwa yang telah melakukan kejahatan kepada kliennyai hingga mempunyai putusan tetap dari Pengadilan (incraht).

Pada kesempatan itu Anri juga menyampaikan keprihatinan dan kesedihan sebagaimana yang dirasakan oleh kliennya, bahwa pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang atau pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tangerang tidak ikut memantau persidangan sebagai wujud kepedulian kepada anak di kabupaten tangerang yang menjadi korban atas kejahatan kekerasan seksual.

Baca juga: Kembali Terungkap, Seorang Ayah di Tangsel Cabuli Putra Putri Tirinya

Menurut Anri, sudah seharusnya SN mendapat perhatian lebih oleh pemerintah, SN dan Ibunya yang menjadi korban kekerasan seksual justru dianggap aib oleh masyarakat Kampung cibirat rt 03/01 Ds Sukatani Kec Cisoka Tangerang dengan melakukan pengusiran kepada mereka berdua.

Baca juga  Komnas Perempuan: Indonesia Harus Punya UU Penghapusan Kekerasan Seksual

“Ibu dan Klien kita ini ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula, jadi korban kekerasan seksual sekaligus korban pengusiran. Disinilah seharusnya Peran Kepala Daerah, Pengamanan, Kecamatan, desa, RW dan RT harus bisa merangkul dan menjaga klien kami dari intimidasi yang diterima oleh klien kami,” ucap Anri.

Baca juga: Bejat, Duda Setubuhi Putrinya Hingga Dua Kali Melahirkan

Di Akhir Anri meminta agar masyarakat dan stakeholder terkait ikut memantau perjalanan persidangan untuk terdakwa AK yang notabene adalah Ayah Tirinya sebagai wujud kepedulian terhadap perlindungan anak di Indonesia khususnya kabupaten Tangerang.

“Jika hak anak terpenuhi maka anak di kabupaten tangerang sebagai penerus generasi kabupaten tangerang yang lebih baik untuk memajukan Indonesia.” tutup Anri. (ALH)

Komentar