oleh

Shamim Saffron sebagai Peningkat Sistem Imun dalam Tubuh Untuk Mencegah Berbagai Virus dan Kanker

JAKARTA, SUARADEWAN.com –  Hingga saat ini, masih belum ditemukan obat khusus yang dapat menangkal virus corona (COVID-19). Virus ini menyerang tubuh daya tahan yang lemah, jahe dan kunyit pun dikabarkan oleh masyarakat sebagai ‘obat’ mujarab untuk melawan COVID-19.

“Semua yang bisa meningkatkan imunitas tubuh berarti itu penangkal” kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang ditemui pada hari Selasa (3/3/2020). Saat menanggapi pertanyaan detikcom terkait persepsi masyarakat soal manfaat jahe dan kunyit sebagai proteksi tubuh dari virus corona.

banner 1280x904

Meski itu bukan ‘obat’ yang dianjurkan, khasiat jahe dan kunyit untuk kesehatan sudah bukan rahasia lagi. Jahe yang kaya akan kandungan mineral seperti magnesium, potasium, dan mangan serta vitamin yang sangat baik bagi tubuh. Jahe juga memiliki ekspektoran yang mampu melegakan dada dan tenggorokan. Maka cocok untuk menyembuhkan pilek dan flu, salah satu gejala terjangkit COVID-19.

Selain jahe dan kunyit, rempah-rempah yang tidak kalah ampuh untuk meningkatkan sistem imun tubuh adalah saffron. Ternyata saffron juga didukung banyak nutrisi yang terkandung di dalamnya. Rempah-rempah yang bersumber dari bunga Crocus Sativa ini banyak memiliki kandungan utama berupa Mangan, dimana dari 100gr saffron terdapat sebanyak 1.235%-nya adalah berupa Mangan. Salah satu jenis mineral yang ditemukan ini, jika dikonsumsi secara tepat akan membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan tulang, menangkal radikal bebas dan membantu meningkatkan sistem imun metabolisme dalam tubuh.

Baca juga  Minta Test Corona Bagi Anggota DPR Dibatalkan, FPKS: Tenaga Medis dan Rakyat Lebih Butuh

Kabar baiknya lagi, saffron mengandung kolesterol sebanyak 0%, yang artinya sangat aman untuk digunakan sehari-hari dalam takaran yang pas. Sebenarnya masih banyak kandungan lain pada saffron seperti vitamin A, C, asam folat dan karbohidrat. Penggunaan saffron pada dasarnya sudah mampu memberi rasa dan warna pada masakan atau untuk kegunaan lainnya.

Saffron yang asli memiliki aroma bagaikan madu dengan sedikit nuansa harum jerami. Kuliner dari negara-negara Arab, Asia Tengah, Eropa, Maroko, India dan Iran sering menggunakan safron sebagai pewarna makanan sekaligus penambah aroma. Ilmu kedokteran modern berhasil mengungkap berbagai khasiat safron, seperti anti karsinogenik (pencegah kanker), anti-mutagenik (pencegah mutasi), imunomodulasi (memperbaiki sistem imun) dan antioksidan.

Salah satu saffron yang sudah terjamin khasiatnya bisa didapatkan dari berbagai supplier maupun distributor brand Shamim Saffron di marketplace, instagram official @shamimsaffron maupun di CV Komersial Bisnis Manajemen (Shamim Saffron Indonesia). Saffron yang dijual oleh Shamim Saffron memiliki tingkat kadar crocin lebih dari 300 setelah diuji melalui laboratorium dengan teknologi tercanggih. Crocin adalah pigmen karotenoid yang memberikan warna merah pada saffron. Semakin banyak kandungan crocin, maka saffron memiliki kualitas yang semakin  bagus. Sebab, crocin berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, melindungi sel-sel orak dari kerusakan yang progresif, pengontrol nafsu makan dan anti peradangan.

Baca juga  Gugus Tugas Memanggil Para Patriot

Selain itu, terkandung zat kaemferol yang memiliki sifat anti-kanker dan bisa menekan pertumbuhan sel berbahaya. Komponen antioksidan yang besar di dalam saffron dapat digunakan tubuh untuk mencegah radikal bebas dan sel asing dari luar yang membentuk kanker dalam tubuh. Dengan komponen ini, tubuh dapat terhindar dari berbagai jenis virus dan kanker seperti kanker kulit, kanker payudara, kanker prostat, kanker paru-paru, kanker serviks dan kanker lainnya. Selain sebagai obat herbal dan kuliner, saffron juga bisa dikonsumsi dengan dicampurkan ke dalam susu hangat atau dijadikan minuman segar dengan tambahan bahan-bahan lainnya. (aw)

Komentar