oleh

Setya Novanto Tegaskan Golkar Menolak Mahar Politik Saat Pilkada

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Mahar politik bukan lagi menjadi barang yang asing didengar, dia seperti jamur yang tumbuh di mana-mana. Apalagi dalam urusan pemilihan kepala daerah, kita akan sering melihat praktek ini terjadi di sekita kita.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang juga merupakan anggota DPR RI ini sangat menegaskan, untuk mengharamkan partainya menerima mahar politik apa pun dalam mengusung calon kepala daerah. Ia berharap seluruh kader-kader tidak terlibat pada praktik politik yang tidak sehat, termasuk meminta mahar kepada atau menerima mahar kepada calon kepala daerah yang akan diusung.

banner 728x419

“Selama saya memimpin Golkar tidak boleh ada yang namanya mahar dan sejenisnya,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (3/9). Dia mengaku lebih memilih jalan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan di internal. Menurutnya Golkar harus bisa menjadi partai modern dan transparan. Apalagi, Golkar merupakan suara rakyat sehingga harus kembali untuk rakyat.

Maka dari itu, ia meminta maaf sekalipun ada saudaranya ingin jadi calon kepala daerah tetapi dalam survei tidak memenuhi syarat, tetap tidak akan dipilih. Hal ini dilakukan karena dia ingin partai Golkar menjadi partai modern yang lebih mengutamakan asas transparansi. (aw)

Komentar