oleh

Selain Tak Bedakan Saf, Perempuan Juga Boleh Jadi Imam di Masjid Muslim Liberal Ibn Rushd-Goethe

JERMAN, SUARADEWAN.com – Sebuah pemandangan liberal terlihat di salah satu masjid di Berlin, Jerman. Di mana masjid yang biasanya membedakan saf laki-laki dan perempuan, di masjid muslim liberal bernama “Ibn Rushd-Goethe” ini justru tak menghiraukan aturan klasik itu.

Di samping itu, perempuan juga dibolehkan untuk mengimami salat, bahkan untuk salat Jumat sekali pun. Tak ada prasangka lain pada mereka yang berbeda, entah itu perempuan, laki-laki, LGBT, sunni, atau pun syiah. Semua disambut hangat.

banner 1280x904

Menurut pendiri masjid, Syrean Ates, umat yang datang juga didorong untuk berdampingan dalam masjid. Tak ada yang dibedakan, semua sama sebagai seorang muslim, jamaah masjid.

Baca juga  Majalah Jerman Menghina Putin, Rusia Naik Pitam

“Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schauble, pernah berkata bahwa muslim liberal harus bersatu dalam hal memberi inspirasi untuk membentuk masjid,” ujarnya.

Inilah yang kemudian dipegang pengurus masjid, yang karenanya tak membedakan-bedakan antara saf laki-laki dan perempuan, di mana perempuan pun dibolehkan menjadi sang imam.

Adapun nama masjid ini sendiri diambil dari nama Ibn Rushd, akademisi Islam abad 12 dari Andaulia, Spanyol, yang kombinasikan dengan nama penulis drama Jerman, Johann Walfgang van Goethe. Jadinya nama masjid ini menjadi “Ibn-Rushd-Goethe”.

Baca juga  Surplus Listrik, Negara Ini Rela Bayar Warganya Untuk Memakai Listrik

Selain masjid muslim liberal di Jermana, di London, Inggris juga terdapat “masjid feminis”. Masjid ini didirkan seorang perempuan dan dibuka pada tahun 2012.

Imam perempuan secara rutin menjadi pemimpin salat. Masjid ini juga menyambut semua kalangan, termasuk kaum gay dan lesbian. (ms)

Komentar