oleh

Sejumlah Tokoh Agama dan Adat Sorot Kinerja Timsel Bawaslu Sulut

MANADO, SUARADEWAN.com – Kinerja dari Tim Seleksi (Timsel) calon Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara terus dikecam oleh berbagai kalangan. Kali ini datang dari sejumlah Tokoh Agama dan Tokoh Adat dari tiga Kabupaten Kepulauan yang ada di Provinsi Sulut.

Mereka menyorot kinerja dari Timsel Bawaslu yang meloloskan para calon yang integritasnya diragukan.

banner 1280x904

“Kami menduga ada aliran dana dari peserta kepada Timsel sebagai operasional,” terang salah satu Tokoh Adat asal Kabupaten Nusa Utara Drs Alpert Mh Togelang Untung, Msi sembari mengaku kalau hal ini diketahuinya lewat pengakuan salah seorang calon peserta yang dimintai uang oleh operator Tim seleksi.

Tapi lanjut Alpert, karena calon yang bersangkutan tidak memberikan uang, maka yang bersangkutan tidak diloloskan oleh Timsel ke tahapan selanjutnya. Sehingga, dia menduga, para kandidat calon yang lolos hingga ke enam besar, dicurigainya telah dimintai uang operasional oleh oknum Timsel.

Baca juga: Banyak Kejanggalan, Jurnalis Ini Laporkan Timsel Calon Anggota Bawaslu Sulut Ke Bawaslu RI

“Tidak menutup kemungkinan, dari apa yang dialami oleh peserta ini, juga dialami oleh peserta yang lolos hingga enam besar. Sebab dengan alasan untuk operasional Timsel, pasti Timsel akan meloloskan calon yang memberikan uang,” paparnya lagi.

Di tempat terpisah, salah seorang tokoh Agama Kristen, Arnold Ch. B. Salauda, S.Th, mengaku sangat kecewa dengan keputusan dari Timsel yang meloloskan peserta yang bermasalah. Dimana, ada peserta yang tidak masuk 20 besar saat ujian tes CAT, namun oleh Timsel diloloskan hingga enam besar.

“Ini patut dipertanyakan. Mengapa mereka yang tak lolos 20 besar di ujian tes CAT tapi diloloskan hingga enam besar? Ini ada apa? Tanya Arnold.

Lebih jauh diuraikannya, selain tidak masuk 20 besar di ujian CAT, ada beberapa oknum calon peserta yang lolos enam besar bermasalah ketika masih bertugas sebagai Panwaslu di tingkat Kabupaten/Kota karena mengambil dana Panwas untuk kepentingan pribadi. Bahkan ada oknum calon yang sangat bermasalah dari sisi moralitas, namun diloloskan oleh Timsel.

“Wah ini yang harus dipertanyakan. Kok calon yang bermasalah bisa diloloskan? Dimana integritasnya ketika menjadi seorang anggota Bawaslu. Tapi yang paling parah disini saya nilai ada Timsel, kredibilitas mereka harus dipertanyakan,” terangnya. (AK)

Komentar