Sejumlah Politisi Senayan Pindah Partai, DPR Akan Banjir PAW

Sejumlah Politisi Senayan Pindah Partai, DPR Akan Banjir PAW

Ketua ILUNI UI Sebut Masih Banyak Orang Yang Berkualitas Daripada Mencalonkan Mantan Koruptor
Putri Pariwisata Indonesia 2010 Asal Maluku Utara Daftar Caleg di Perindo
Gagas Penguatan Struktur, Ketua DPW Grind Maluku Utara Vivin Alwan Ikut Terlibat Penggalangan Dana Untuk Kota Palu Hingga Konser Amal

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Sejumlah politisi di Senayan menyeberang ke partai politik lain selama masa pembukaan pendaftaran calon legislator untuk Pemilihan Umum 2019. Salah satu partai politik yang ditinggalkan sebagian kadernya adalah Partai Golkar.

Politikus Golkar Zainuddin Amali yang juga Ketua Komisi II DPR RI mengatakan, ada empat hal yang membuat kader satu partai bisa berpindah. Pertama, tidak begitu kuatnya ikatan ideologis antara kader atau caleg dengan partai awal. Kedua, faktor konflik internal di partai. Ketiga, probabilitas kelangsungan partai.

“Dengan ambang batas 4 persen, orang tentu akan berpikir ulang,” ujar Amali dalam Diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema “Bacaleg Lompat Partai, DPR Banjir PAW, Ganggu Kinerja?” yang digelar di Media Center DPR RI, Senayan Jakarta, Kamis (19/7).

Terakhir, ujar dia, dengan sistem proporsional terbuka yang berlaku saat ini, maka kompetisi sangat terbuka baik antara  bacaleg partai maupun di internal.

Anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Eva Kusuma Sundari, menyayangkan banyaknya bakal calon legislatif atau bacaleg yang lompat partai menjelang pemilu 2019. Menurut Eva kinerja DPR bisa semakin buruk dengan fenomena banyaknya kader yang pindah partai.

Baca juga  Tugas 40 Anggota DPRD Kota Malang Baru Agar Korupsi Tidak Terulang

“Sudah lama kinerja DPR enggak terlalu bagus. Ditambah banyaknya migrasi bacaleg, ini akan membuat semakin enggak bagus,” ujar Eva di Lokasi yang sama.

Dengan banyaknya bacaleg lompat partai, ujar Eva, maka DPR akan kebanjiran pergantian antar-waktu (PAW).

“Kalau PAW itu kan butuh proses belajar. Enggak bisa orang masuk ke DPR langsung paham. Situasi ini betul-betul jadi turning poin terendah kita,” ujar dia.

Sebagaimana diketahui sejumlah politisi di Senayan menyeberang ke partai politik lain selama masa pembukaan pendaftaran calon legislator untuk Pemilihan Umum 2019. Berdasarkan ketentuan perundang-undangan maka politisi senayan tersebut harus mengundurkan diri dalam jabatannya sebagai anggota DPR RI dan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) yang diusulkan oleh Partai Lamanya.

Sejumlah politisi senayan yang akan di PAW itu diantaranya:

  1. Siti Hediati Haryadi alias Titiek Soeharto (Fraksi Golkar yang pindah ke Partai Berkarya
  2. Lucky Hakim (Fraksi PAN) pindah ke Partai NasDem
  3. Indira Chunda Tita Syahrul (Fraksi PAN) pindah ke Partai NasDem
  4. Arif Suditomo (Fraksi Hanura) pindah ke Partai Nasdem
  5. Fauzi Amro (Fraksi Hanura) pindah ke Partai Nasdem
  6. Rufinus Hotmaulana (Fraksi Hanura) pindah ke Partai Nasdem
  7. Dossy Iskandar (Fraksi Hanura) pindah ke Partai Nasdem
  8. Dadang Rusdiana (Fraksi Hanura) pindah ke Partai Nasdem
  9. Sarifuddin Sudding (Fraksi Hanura) pindah ke PAN
  10. Mukhtar Tompo (Fraksi Hanura) pindah ke PAN
  11. Nurdin Tampubolon (Fraksi Hanura) pindah ke PDI-P
  12. Okky Asokawati (Fraksi PPP) pindah ke Partai Nasdem
  13. Achmad Dimyati (Fraksi PPP) pindah ke PKS
  14. Krisna Mukti (Fraksi PKB) pindah ke Partai Nasdem
  15. Sri Wulan (Fraksi Gerindra) pindah ke Partai Nasdem
  16. Roberth Rouw (Fraksi Gerindra) pindah ke Partai Nasdem
  17. Rita Zahara (Fraksi Gerindra) pindah ke Partai Nasdem
  18. Sjachrani Mataja (Fraksi Gerindra) pindah ke Partai Nasdem
  19. Venna Melinda (Fraksi Demokrat) pindah ke Nasdem (sd)

COMMENTS