oleh

Secara Simbolis, Menteri Sosial Berikan Bantuan PKH sebanyak 8.582 Keluarga di Tangsel

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Sebanyak 8.582 jiwa warga Tangsel terima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) secara simbolis yang diberikan langsung oleh Menteri Sosial (Mensos) RI Idrus Marham, di Gedung Graha Widya Bakti, Puspiptek, Kecamatan Setu, Kota Tangsel, pada Rabu (21/2/2018).

“Sebagai Menteri baru, saya diperintah pak Presiden Jokowi untuk mengecek 2 hal ini, yang pertama bantuan untuk PKH-nya sudah jalan, yang kedua bantuan untuk Bansos seperti Rastra (Beras Sejahtera) dan BPNT-nya juga sudah jalan,” ucap Idrus Marham.

banner 728x419

Mensos RI ini pun menjelaskan, jika total bantuan dalam program tersebut yang diserahkan ke masyarakat Tangsel seluruhnya mencapai Rp36.423.430.000.

Berikut rincian bantuan yang diberikan kepada masyarakat, diantaranya:

1. PKH bagi 8.582 KPM dengan nilai bantuan sosial sebesar Rp16.219.980.000.

2. KPM PKH Lanjut Usia untuk 83 jiwa sebesar Rp166.000.000.

3. KPM PKH bagi pengidap disabilitas untuk 95 jiwa Sebesar Rp190.000.000.

Sementara Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) yang diberikan yakni:

1. BPNT kepada sebanyak 15.009 KPM yang nilainya mencapai Rp19.811.880.000.

2. Bantuan Hibah Dalam Negeri :

– Berupa pemberian paket Sembako kepada 350 keluarga yang nilainya mencapai Rp33.320.000

– Bantuan Paket Bagi Anak Prestasi kepada 10 siswa, dengan total mencapai Rp2.250.000.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie (tengah) saat pose bersama sejumlah pejabat RI

Menurutnya, ada perbedaan mengenai besaran jumlah beras yang diberikan pada tahun ini, dimana setiap keluarga masing-masing akan mendapat jatah 10 kilo Rastra namun tanpa ada pembayaran apapun. Berbeda dengan periode sebelumnya, yang mendapat angka 15 kilo perkeluarga akan tetapi dengan disertai sejumlah pembayaran.

“Sekarang ini aturan yang ada itu 10 kilo (beras), dulu 15 kilo, tapi dulu ada bayaran. Kalau sekarang masih ada yang mungut bayaran, lapor kepada Ibu Wali kota Tangsel,” katanya.

Pihaknya sendiri, saat ini terus mengejar target pada bulan Februari 2018 ini agar tahap penyerahan PKH dan BPNT telah rampung sepenuhnya untuk tahap pertama. Sekalipun tidak semua daerah memiliki kemudahan akses dalam pendataan maupun penyerahan bantuan tersebut.

“Ini sudah rata-rata 60-an (persen). Ada beberapa daerah memang yang mengalami kendala, misalnya komunikasi atau sinyal yang tak koneksi, transportasi, ini semua didaerah Indonesia Timur,” katanya.

Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Asda III), yang juga sebagai Plt Kepala Dinsos Tangsel Teddy Meiyadi menuturkan, di Indonesia ada 44 Kabupaten Kota yang dipilih untuk program unggulan, salah satunya Kota Tangsel.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie bersama Menteri Sosial RI Idrus Marham, Ali Taher Anggota DPR RI Ketua Komisi 10

“Pelaksanaannya sudah bagus, sekarang kita sudah mulai pencairan semua. Untuk tahap pertama ditahun 2018 ini, kita bagi-bagi di 7 Kecamatan dan 54 Kelurahan. Mungkin Kecamatan Ciputat Timur dan sebagainya itu bulan Maret besok,” tuturnya.

Sementara Wakil walikota Tangsel Benyamin Davnie mengaku, Tangsel merupakan salah satu kota yang menerima Bantuan sosial program Keluarga harapan (PKH) sejak 2013. Program ini pun didukung penuh dari para stakeholder termaauk dari Himpunan Bank Negara (Himbara) dalam hal ini Bank BNI.

“Pemerintah pusat dan daerah fokus mengurangi angka kemiskinan dengan meningkatkan kemampuan SDM. Program penyaluran ini diharapkan kedepannya dapat mengurangi angka kemiskinan di Tangsel. Penyalurannya melalui Bank, agar lebih memudahkan masyarakat dalam menerima bantuan,” pungkasnya. (ADV)

Komentar

Berita Lainnya