oleh

Sebut ‘Bangsat’ dalam Rapat, Persatuan Guru Madrasah Minta Politisi PDI-P Minta Maaf

banner-300x250

TASIKMALAYA, SUARADEWAN.com — Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya ikut menyikapi pernyataan anggota DPR Arteria Dahlan yang ditujukan pada Kementerian Agama (Kemenag). PGM meminta supaya Arteria menyampaikan permohonan maaf pada masyarakat.

Ketua PGM Kota Tasikmalaya Asep Rizal Asyarie memandang pernyataan yang disampaikan Arteria Dahlan dianggap tidak pantas. Bahkan, menurutnya ucapan itu melukai perasaan pihak manapun yang kepengurusannya berada di bawah Kemenag.

“Perlu diingat di Kemenag itu kan ada banyak elemen, ada pondok pesantren, ulama, guru madrasah, sebagai bagian dari keluarga besar Kemenag. Ketika itu (ucapan Arteria) disampaikan maka terkesan seluruh elemen dalam Kemenag ini tidak memiliki citra positif di mata pemerintah,” katanya pada wartawan

Baca juga  Pengacara Korban Penipuan First Travel: Bukan Uang Korupsi tapi Uang Jamaah, Kok Diambil Negara

Pihak PGM Kota Tasik meminta DPRD Kota Tasikmalaya untuk menyampaikan tuntutan kepada Artarita Dahlan supaya secepatnya meminta maaf kepada publik. Ia berharap para wakil rakyat agar lebih berhati-hati saat berkata di depan publik. Ia menyayangkan sikap anggota DPR yang malah menebar kebencian.

Ini yarus jadi pelajaran juga bagi anggota DPR Daerah sebagai wakil rakyat supaya tidak melakukan kesalahan yang sama. Kritik itu boleh, tetapi harus solutif, bukan menyebar caci maki dan kebencian, ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Agus Wahyudin mengatakan, akan secepatnya meneruskan tuntutan PGM Kota Tasik pada pemerintah pusat. Menurutnya, Kemenag punya peran yang tak bisa diabaikan.

Baca juga  Polisi Tetapkan Adik Bos First Travel Kiki Hasibuan Sebagai Tersangka

Kemenag itu perannya sangat besar, terutama di Kota Tasik sebagai kota santri. Nanti akan kami sampaikan ke pusat, dan kami harapkan kejadian serupa tidak terulang lagi, tuturnya.

Sebelumnya, politisi PDIP Arteria Dahlan menuai kontroversi saat melontarkan kata ‘bangsat’ dalam rapat kerja bersama Kemenag di gedung DPR. Ia merujuk kepada oknum di Kemenag terkait banyaknya kasus travel umrah bermasalah. (rep)