Sebagai Kampus Pancasilais, UGM Tolak Gerakan Radikal HTI

Sebagai Kampus Pancasilais, UGM Tolak Gerakan Radikal HTI

Pemuda Katolik NTT: Gerakan Intoleran dan Radikal Tidak Boleh Hidup di Nusantara
Tangkal Radikalisme dan Terorisme, Jokowi Seru Pendekatan “Soft-Power”
Marak Aksi Radikalisme, Peneliti: Media Sosial Harus Berperan Efektif

YOGYAKARTA, SUARADEWAN.com – Tak mau lingkungan kampusnya tercemari oleh gerakan radikalisme dan terorisme, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta menunjukkan komitmennya untuk membersihkan kampus dari kegiatan bernuansa anti Pancasila.

Komitmen tersebut digaungkan demi menunjukkan bahwa UGM merupakan salah satu kampus ber-Pancasila. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono dalam jumpa persnya di University Club, Senin (5/6/2017).

UGM berusaha agar Pancasila bukan hanya jadi diskusi verbal tapi membumikannya dalam praktik kehidupan sehari-hari,” ujar Panut di hadapan para wartawan.

Sebagai rektor baru UGM, panut mengaku punya langkah konkrit yang terus diagendakan UGM. Salah satunya dosen-dosen diwajibkan untuk menyampaikan materi terkait Pancasila.

Baca juga  Telegram-Kominfo Sepakat Halau Aksi Radikalisme dan Terorisme di Media Sosial

“Ada langkah konkrit yang dilakukan di UGM seperti dosen mata kuliah apapun wajib menyampaikan materi terkait Pancasila, paling tidak 30 menit saat memberikan kuliah,” tambahnya.

Rektor UGM masa bakti 2017-2022 ini pun tegas menyatakan bahwa gagasan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sangat bertolak belakang dengan Pancasila. Karenanya, UGM tidak mentolerir keberadaannya dan dakwah HTI.

Adapun langkah-langkah yang dicanangkan dalam rangka ini, pihaknya telah menyiapkan cara penangkalnya berupa monitoring menyeluruh. Bahkan sejak mahasiswa masuk kampus hingga pengambil-alihan pengelolaan masjid kampus.

“Penyelenggaraan kuliah agama Islam harus berlandaskan agama Islam yang rahmatan lil alamin. Kemarin juga telah diubah mengenai pengelolaan masjid kampus agar tidak jadi tempat masuknya paham radikal,” ujarnya lebih lanjut.

Baca juga  HNW: Pidato Raja Salman Buktikan Islam Itu Damai dan Tidak Terkait Radikalisme

Untuk pengelolaan masjid ini sendiri, tambahnya, akan langsung diambil alih oleh Badan Pengelolaan Masjid Kampus UGM, yang sebelumnya dikelola oleh pihak yayasan.

Melalui pengambil-alihan pengelolaan ini, UGM berharap bahwa seluruh kegiatan di masjid nantinya bisa termonitor dengan baik. Para dosen dari berbagai aliran keagamaan pun akan dilibatkan ke dalam sebuah wadah bernama Lembaga Dakwah Kampus (LDK) sebagai unsur pembimbing, pembina, dan penasihat.

“UGM berkomitmen untuk menjadi benteng Pancasila dengan mendeklarasikan diri sebagai kampus Pancasilais dan sudah sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kampus harus bisa mengimplementasikan butir lima sila dalam seluruh kegiatannya,” tegas Panut. (ms)

COMMENTS