oleh

SDA Melimpah, Konflik Sospol Tak Berhenti 10 Negara Ini Termiskin di Dunia

SUARADEWAN.com — Negara besar bukan jaminan masyarakatnya sejahtera. Banyak negara-negara di dunia yang nyatanya tidak mampu mengelola negaranya sehingga masuk dalam katagori negara miskin. Indikator miskin atau kayanya sebuah negara bisa diukur dari pendapatan produk domestik bruto (PDB) per kapita.

Negara termiskin di dunia merupakan istilah untuk negara yang dianggap memiliki kekayaan atau kesejahteraan paling rendah dibandingkan dengan negara lainnya. Umumnya, kekayaan dan kesejahteraan suatu negara diukur dengan menggunakan Gross Domestic Product (GDP) atau dikenal sebagai produk domestik bruto (PDB) di Indonesia.

PDB merupakan jumlah akhir semua produk yang dihasilkan oleh suatu negara, semakin besar nilai produk yang dihasilkan, semakin besar pula PDB negara tersebut.

Besar kecilnya PDB sebuah negara dipengaruhi oleh banyak faktor. Tapi beberapa di antaranya yang paling mencolok adalah konflik sipil yang tak berkesudahan, korupsi yang merajalela hingga kepemimpinan otoriter yang menggila.

Di bawah ini adalah 10 negara yang didaulat sebagai negara termiskin di dunia seperti yang terangkum dalam versi World Bank, dan negara-negara tersebut didominasi oleh benua Afrika.

10. Madagaskar

Kesulitan politik yang tak kunjung henti dan pemerintahan yang payah menghambat perkembangan ekonomi negara ini. 2015 Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan, PDB nominal per kapita Madagaskar $ 475.

Selama hampir 20 tahun standar hidup di negara kepulauan ini terus menurun signifikan. Dengan populasi lebih dari 20 juta jiwa, Madagaskar hanya memiliki PDB per kapita sebesar $ 463,00. Kenyataannya ada sekitar 70% penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.

Negara yang terletak di benua Afrika ini sebetulnya memiliki sumber daya alam yang cukup. Terutama pada sektor pertaniannya yang dikenal sebagai negara penghasil teh, kapas, dan padi. Hanya saja dikarenakan oleh pengelolaan pemerintahannya yang buruk ditambah dengan sejumlah konflik politik yang terjadi disana, alhasil potensi alam yang dimiliki negara ini pun tidak bisa termaksimalkan dengan baik. Dan mengakibatkan penghasilan sebagian besar penduduknya rendah.

9. Guinea

Epidemi Ebola melanda Guinea tahun 2014. Penyakit meraup korban tewas dalam jumlah besar dan menghantam ekonominya, sehingga menyebabkan politik kurang stabil dan pertumbuhan ekonomi mandeg. Diperkirakan PDB Guinea kurang dari $1,400 tahun 2015. PDB nominal per kapita $573.

Bahkan Ekonomi Guinea belum juga stabil sejak tahun 1990an. Krisis sosial politik menjadi kendala utama bagi negara ini hingga terpuruk dalam kemiskinan sehingga tidak bisa berkembang.

8. Eritrea

Walaupun sektor pertambangannya cukup menjanjikan, Eritrea menderita di bawah salah satu pemerintahan yang paling represif di dunia. Terhadap negara itu, PBB menjatuhkan sangsi, sehingga ribuan warganya melarikan diri setiap tahun. Kemiskinan menyebar luas dan kemampuan berbelanja (KKB) per kapita tahun 2019 diperkirakan hanya sekitar $1,410 atau pendapatan per kapita yang hanya senilai US $ 1.410 atau sekitar Rp. 19 jutaan saja. Dan termasuk ke dalam daftar negara termiskin di dunia.

Baca juga  Menkeu: Dana Desa Semakin Besar, Kemiskinan tidak Beranjak Turun

Sama seperti Madagaskar, potensi alam yang dimiliki Eritrea juga sebagian besar didukung oleh sektor pertaniannya. Namun sayang, diakibatkan oleh minimnya sumber daya manusia yang berkualitas dalam mengelola, alhasil sektor pertaniannya pun belum bisa termanfaatkan dengan optimal.

7. Mozambik

Sebetulnya Mozambik mengalami pertumbuhan ekonomi yang lancar dalam dekade terakhir. Tapi laba tidak digunakan secara efektif untuk mengurangi kemiskinan, terutama di pedesaan angka kemiskinan sangat tinggi. Mozambik juga memiliki masalah di bidang infrastruktur dasar seperti fasilitas akses terhadap air bersih yang masih minim.

Meskipun demikian, sebetulnya yang menjadi penyebab utama dari kemiskinan di Guinea bukanlah kurangnya infrastruktu, melainkan karena tingginya praktek korupsi disana. Bahkan saking tingginya, sampai-sampai Mozambik juga dimasukkan ke dalam daftar negara terkorup di dunia.

6. Niger

Industri ekstraktif beberapa tahun belakangan ini jadi penyumbang besar bagi perkembangan ekonomi. Tapi politik Niger tetap labil. Institusi negara lemah dan secara finansial tergantung pada donor.

Besaran pendapatan per kapitanya hanya 1.107 US Dollar atau sekitar Rp 1,2Jt per bulan per penduduk, maka tak heran bila Niger dijadikan sebagai negara termiskin di dunia. Walaupun Niger memiliki wilayah negara yang luas, tapi sebagian besarnya itu hanyalah berupa gurun. Sehingga mengakibatkan sektor pertanian di Niger pun menjadi kurang bisa diandalkan.

Bahkan hal ini juga semakin diperparah dengan tidak adanya wilayah perairan disana yang bisa dijadikan sumber daya. Singkatnya, bisa dibilang Niger merupakan negara miskin akibat kurangnya sumber daya alam.

5. Burundi

Situasi politik yang tidak stabil mengancam perbaikan ekonomi dan institusinya. Burundi masih dirongrong korupsi besar-besaran, kemelaratan dan pembangunan yang terseok-seok. Burundi terkungkung dalam perang sipil yang kerap terjadi akibat perselisihan politik yang tak kunjung selesai.

Diperkirakan lebih dari 300 ribu sipil menjadi korban dan 67% penduduknya hidup dalam kemiskinan. PDB per kapita yang bisa didapatkan pun hanya sebesar $ 267,10.

4. Liberia

Liberia masih menderita akibat perang saudara 20 tahun yang meninggalkan negara itu dalam keadaan porak poranda. Sehingga ekonominya tetap lemah, walaupun beberapa bulan belakangan sudah ada perbaikan. Kemelaratan ada di mana-mana, juga buta huruf dan korupsi memperburuk standar hidup.

Sejak tahun 1999 sampai 2003 Liberia selalu didera oleh perang sipil tak berkesudahan serta konflik sosial. Kondisi inilah yang menjadi penyebab utama perekonomian Liberia sangatlah buruk. Apalagi Liberia hanya mengandalkan industri pertanian untuk mendorong ekonominya.

Di tahun 2010, negara ini pernah tercatat memiliki 80% penduduknya yang memiliki pendapatan kurang dari $ 1.25 per harinya. Dan PDB per kapita Liberia sampai saat ini tercatat hanya sebesar $ 454,30.

3. Malawi

Ekonomi Malawi mulai membaik beberapa tahun belakangan ini. Tapi inflasi yang tak kunjung henti dan ketergantungan pada donor termasuk faktor yang mencegah langkah perbaikan dan peningkatan standar hidup.

Negara ini memiliki penduduk berjumlah 16 juta jiwa dan menjadi salah satu negara terkecil di benua Afrika. Malawi bahkan sangat terbelakang di berbagai sektor. Negara ini bahkan masih mengandalkan cara bertani yang primitif. Tentu saja sangat rentan pada cuaca.

Baca juga  Fraksi PKS Berharap Pemerintah Tingkatkan Program Pengentasan Kemiskinan

Belum lagi buruknya fasilitas pendidikan dan kesehatan membuat negara ini kian jatuh pada rantai kemiskinan. Tercatat PDB per kapita negara ini hanya sebesar $ 226,50.

2. Republik Demokrasi Kongo

Konflik tak kunjung henti mencegah perkembangan politik, institusional dan ekonomi negara ini. Kongo adalah negara kedua terbesar di benua Afrika. Dengan luas wilayah 2,35 juta kilometer per segi yang sebagian besar merupakan hutan, dan jumlah populasi sebanyak 77 juta jiwa, negara ini diklaim memiliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah.

Namun sayangngnya banyaknya sumber daya alam nyatanya tidak mampu membuat masyarakatnya sejahtera.
Negara ini justru jatuh dalam sistem politik korup sehingga menghambat kemajuan negara. Tercatat Kongo hanya memiliki $ 484,20 PDB per kapita.

1. Republik Afrika Tengah

Negara ini termasuk salah satu negara dunia yang paling tidak berkembang. Negara ini dibebani kekerasan sektarian bertahun-tahun, juga manajemen politik yang salah, korupsi, dan kemiskinan yang meluas.

Republik Afrika Tengah merupakan negara yang memiliki sejarah kelam nan panjang. Kondisi politik yang tak stabil kerap memicu terjadinya perang sipil. Sentimentil agama juga menjadi poros keterpurukan negara ini. Hal inlah yang membuat negara ini kian terpuruk dalam kemiskinan.

Kendati diperkirakan 45% pendapatan negara ini berasal dari ekspor berlian, namun buruknya tata kelola pemerintahan membuat perekonomian negara ini tak juga stabil. Akibatnya Republik Afrika Tengah hanya mampu menghasilkan PDB per kapita sebesar $ 333,20.

Disamping 10 Negara diatas, ada juga negara seperti Nigeria yang mengandalkan perekonomiannya pada ekstraksi sumber daya alam dan pertanian skala kecil. Sayangnya, kedua hal itu sangat rentan pada iklim dan cuaca yang tak menentu di sana. Nigeria tercatat memiliki PDB per kapita sebesar $ 415,40. Negara ini seperti sulit berkembang dari tahun ke tahun.

Gambia juga mengalami hal yang sama. Negara dengan Luas wilayah hanya 11.000 meter per segi dengan jumlah populasi 1,8 juta orang. Negara ini lebih banyak mengandalkan industri pertanian dan peternakan sebagai pendapatan terbesarnya. Sayangnya, hal tersebut tidak begitu didukung oleh iklim dan kondisi tanah yang kurang subur. Lebih lagi peran pemerintah untuk mendukung masyarakat masih sangat kurang Tercatat, Gambia hanya memiliki PDB per kapita sebesar $ 488,60.

Ethiopia yang sejak lama memang dikenal sebagai negara termiskin. Meskipun sebenarnya di tahun 2007 negara ini telah memiliki perekonomian lebih baik daripada negara-negara sub-Sahara Afrika. Namun PDB Ethiopia masih terbilang cukup rendah. Perekonomiannya memang hanya tergantung pada industri pertanian yang saat ini terbilang rentan dan kurang didanai pemerintah. Sampai kenyataannya saat ini Ethiopia hanya memegang PDB per kapita sebesar $ 505.00. (red)

Komentar