oleh

SBY Merasa Tersadap, Ahoker: Siapa yang Sadap?

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kesaksian palsu yang diduga dilakukan oleh K.H. Ma’ruf Amin ternyata berbuntut panjang. Tak hanya memaksa Presiden Jokowi untuk angkat bicara, memancing pihak Polri dan Menkominfo untuk memberi klarifikasi, kubu Ahok sendiri berusaha meminta kejelasan sadap-sadapan itu.

Sebelumnya SBY meminta Presiden Jokowi untuk memberi penjelasan soal dugaan sadap-sadapan ini. SBY yakin bahwa dirinya telah disadap setelah namanya dicatut dalam persidangan Ahok yang kala itu menghadirkan Ma’ruf Amin selaku saksi.

banner 728x419

“Kalau institusi negara, Polri, BIN (yang melakukan penyadapan), menurut saya, negara bertanggung jawab. Saya berharap agar Presiden Jokowi berkenan menjelaskan dari mana transkrip penyadapan itu,” pungkas SBY.

Jokowi sendiri sudah mengingatkan bahwa harusnya SBY memanggil pihak terkait, dalam hal ini Ahok dan tim pengacaranya. Polri dan Menkominfo pun sudah menegaskan bahwa tak sadap-sadapan oleh institusi negara. Dan terakhir, kubu Ahok beralih untuk mempertanyakan.

Melalui tulisannya berjudul “Siapa yang Menyadap Pak SBY?”, seorang Ahoker bernama Tsamara Amany terus mempertanyakan soal itu.

“Sekali lagi saya ulangi, mengapa SBY tiba-tiba menyatakan ada penyadapan? Siapa yang menyatakan bahwa ada penyadapan? Bahkan, siapa yang menyatakan memiliki transkrip dan rekaman percapakan tersebut?” tulisnya.

Memang, dalam transkrip tanya-jawab antara tim penasehat hukum Ahok dan Ma’ruf Amin selaku saksi sidang, tidak ada kata transkrip, rekaman, apalagi kata sadap.

 “Saya ingin menanya apakah ada pada hari Kamis sehari sebelum anda bertemu paslon AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) dan Sylvi (Sylviana Murni), anda menerima telpon dari pak SBY pukul 10.16 (WIB) yang menyatakan adalah untuk mengatur agar pak Agus dan Sylvi diterima di kantor PBNU dan kedua untuk segera mengeluarkan fatwa terkait kasus penistaan agama yang dilakukan oleh pak BTP (Ahok), ada atau tidak?” kata salah satu tim penasehat hukum Ahok Humprey Djemat yang kemudian dijawab tidak oleh KH Ma’ruf Amin.

Hal inilah yang memicu seorang Ahoker Tsamara Amany di atas untuk menyerang balik. Bahwa SBY harus membuktikan bahwa dirinya telah disadap.

“Jika ada bukti mengenai ini, saya mendukung SBY melaporkan kasus ini kepada Polri untuk ditindak secar tegas. Keadilan harus ditempuh lewat jalur hukum, bukan lewat konfrensi pers.” (MS)

Komentar

Berita Lainnya