oleh

SBY Klaim Lebih Dahulu Blusukan Ketimbang Jokowi

JAKARTA, SUARADEWAN.com- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengklaim lebih dahulu melakukan ‘blusukan’ ketimbang Presiden Joko Widodo. Blusukan dilakukan dalam dua periode menjabat sebagai presiden, yakni 2004-2009 dan 2009-2014.

Hal ini disampaikan dalam Seminar Nasional Hari Perempuan yang digelar Fraksi Demokrat di Gedung Nusantara V DPR, Jakarta. Menurutnya, blusukan merupakan cara efektif mendengar aspirasi dari masyrakat dan membuat sebuah kebijakan,

banner 1102x704

“Jadi sebelum Pak Jokowi blusukan, kami lebih dahulu blusukan ke berbagi tempat di Indonesia untuk melihat kondisi nyata,” ujar SBY, di Gedung DPR, Senin (19/3).

SBY menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional Hari Perempuan Internasional yang digelar Fraksi Demokrat di Gedung Nusantara V DPR, Jakarta, Senin (19/3)

SBY bercerita blusukan tidak dilakukan sendiri. Ia sering ditemani oleh para menteri kabinetnya, bahkan didampingi oleh istrinya Ani Yudhoyono. Kunjungan dilakukan ke seluruh daerah di Indonesia. Dalam kunjungan itu, SBY mengaku menemui seluruh masyarakat dengan berbagai latar belakang ekonomi, khususnya masyarakat miskin.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2018 Mencapai 5,4%

“Saya tahu sendiri derita, kesulitan hidup, dan persoalan yang dihadapi oleh rumah tangga yang belum mampu, termasuk penderitaan ibu-ibu dan kaum perempuan,” ujar Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Lebih lanjut, SBY merasa bangga sejumlah program yang digagasnya dari hasil blusukan juga masih bertahan hingga saat ini. Bertahannya program itu sebagai bukti kebijakan yang dibuatnya berjalan efektif untuk mengurangi masalah perekonomian bangsa.

Baca Juga:  Bagaimana Proyeksi Kepemimpinan AHY di Partai Demokrat Ke Depan?

“Semua itu bertujuan menurunkan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup rakyat dan hasilnya nyata,” ujar SBY.

Lebih dari itu, dalam konteks memperingati hari perempuan, SBY meminta seluruh perempuan berkotribusi dan mendukung segala kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk memajukan kuliatas perempuan kemiskinan.

“Tidak perlu mengeluh, jangan ikut-ikutan mengeluh, jangan juga menyalahkan-sana sini. Tapi terjunlah, berkontribusilah, berbuatlah yang nyata agar dampaknya juga bisa dirasakan, utamanya kaum perempuan yang masih mengalami kesulitan,” kata SBY. (af)

Komentar

Berita Lainnya