oleh

Sandi Bantah Terlibat Kasus Penggelapan Penjualan Lahan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pada 13 Maret lalu, Sandiaga Uno bersama rekan bisnisnya Andreas dilaporkan ke polisi oleh Fransiska Kumalawati Susilo selaku kuasa hukum dari Edward S Soerdjaya (Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings) atas tuduhan penggelapan penjualan lahan di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten.

Atas laporan tersebut, Calon Wakil Gubernur nomor urut 3 ini menuding bahwa tuduhan atas dirinya yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya diduga terkait penyalahgunaan kekuasaan.

“Saya sampaikan pada orang yang bertikai, mereka gunakan kekuatan dan kedekatan mereka dengan aparat dan dengan kekuasaan yang ada sekarang untuk memastikan super cepat penanganannya,” kata Sandi di Kebon Bawang, Jakarta Utara, Selasa, 21 Maret 2017.

Ia mengatakan bahwa pihak-pihak yang terkait merupakan orang super kaya dan memiliki kedekatan dengan kekuasaan saat ini. Namun hal itu, oleh Sandi, tidak dijelaskan secara rinci ketika ditanya maksud ‘kedekatan dengan kekuasaan’.

Sandi menambahkan bahwa Kasus tersebut dikonstruksi dengan sumir (peradilan singkat) dan mengklaim bahwa dirinya tak pernah terlibat saat penjualan lahan.

Sementara Pilkada DKI putaran kedua akan dilaksanakan 19 April mendatang, terjadwal hingga 15 April ia akan sibuk dalam kegiatan kampanye. Oleh karena itu, ia mengajukan permintaan kepada Polda Metro Jaya agar memeriksa dirinya usai Pilkada.

“Saya kira warga Jakarta akan cerdas menilai ini. Jadi saya mohon sekali kepada kepolisian, yuk kita dulukan kepentingan warga, kepentingan Pilkada, karena ini agendanya memberikan solusi pada warga Jakarta ke depan,” pungkasnya. (ms)

Komentar